Badan kesehatan dunia WHO mengakui potensi penularan Covid-19 lewat udara. Meskipun informasi ini menambah khawatir terhadap penyebaran virus Corona, namun kesadaran yang lebih baik tentu dibutuhkan untuk mencegahnya.
Seorang dokter spesialis THT- KL dari UGM Anton Sony Wibowo, SpTHTKL, MSc, FICS menyatakan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan tentang penyebaran Corona tersebut. Yang justru lebih penting adalah kesadaran untuk menjaga protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19.
Menurut Anton, virus corona menyebar lewat percikan droplet dari penderita yang batuk, meludah, atau berbicara. Droplet inilah yang menyebar melalui transmisi udara sesuai arah angin.
Mekanisme Penularan Covid-19 Lewat Udara
Sejumlah penelitian menemukan bahwa virus Corona yang terdapat dalam droplet bisa menjadi penularan Covid-19 lewat udara. Apalagi virus Corona mampu bertahan hidup dalam beberapa jam di udara.
Para ilmuwan American Institute Of Physics dalam penelitiannya yang diterbitkan di jurnal Physics of Fluids menemukan bahwa droplet atau tetesan air liur dari pasien Covid-19 bisa menyebar dalam jarak yang jauh.
Penularan ini juga dipengaruhi kondisi lingkungannya, seperti kecepatan dan arah angin, tekanan dan kelembaban, maupun suhu. Apalagi jika berat jenis virus lebih ringan membuatnya bisa melayang jauh.
Pada riset itu, para ilmuwan menemukan bahwa angin yang bertiup dengan kecepatan 4 kph hingga 15 kph yang bersifat spoi-spoi mampu mengangkut droplet sampai sejauh 6 meter atau 18 kaki.
Langkah Mencegah Penularan Covid-19 Lewat Udara
Potensi penularan lewat udara juga diakui WHO. Badan kesehatan dunia ini mendorong banyak negara mengeluarkan tambahan protokol kesehatan dalam kehidupan new normal. Ini dilakukan agar penyebaran Covid-19 bisa dicegah.
Virus Corona yang terdapat dalam droplet memang bisa menyebar hingga sejauh 6 meter dari penderita yang mengeluarkannya. Namun sebaran bisa lebih jauh lagi jika angin, kelembaban, dan suhu memungkinkannya.
dr Anton Sony Wibowo menyatakan bahwa penularan covid-19 lewat udara bisa dicegah. Caranya, dengan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan seperti ditetapkan pemerintah.
“Selalu menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah baik untuk pencegahan. Selalu mengenakan masker, tetap menjaga jarak, dan sering mencuci tangan,” kata dokter Rumah Sakit Akademi UGM seperti dikutip dari laman UGM.
Penularan lewat udara, menurut Anton, mengindikasikan bahwa partikel virus Corona dapat tetap bertahan di udara dalam waktu yang lama. Ini akan membuat penyebaran virus justru lebih berpotensi dalam ruangan.
Ruang Tertutup Sumber Penularan
Ruangan tertutup di perkantoran, gedung, atau bangunan dengan ventilasi yang buruk bisa menjadi sumber penularan virus Corona. Ini karena udara di dalam ruangan hanya akan berputar di dalam ruang tersebut saja.
“Ruangan tertutup dapat menjadi sumber penularan Covid-19 lewat udara. Karena itu, saat berada dalam ruang tertutup, sebaiknya hindari ruangan yang kedap atau mempunyai sirkulasi yang tertutup,” katanya.
Dia juga menghimbau agar masyarakat lebih menghindari dan menjauhi aktivitas di dalam ruangan tertutup. Kalaupun terpaksa harus beraktivitas dalam ruangan tertutup untuk waktu lama, sebaknya selalu gunakan masker.
Untuk menekan risiko penyebaran virus, Anton memberikan tips sederhana. Buat dan atur saja ventilasi dalam ruangan agar terjadi sirkulasi udara. Udara harus terus mengalir dari luar ke dalam atau sebaliknya untuk membuang partikel virus.
Selain itu sebaiknya diatur agar sinar matahari bisa masuk ke ruangan dengan cukup. Batasi juga jumlah orang yang ada dalam ruangan serta selalu menjaga jarak saat beraktivitas.
Jika mengetahui ada riwayat kontak dengan orang atau pasien yang terduga atau positif terinfeksi Covid-19, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Selalu menjaga protokol kesehatan juga penting untuk mencegah penularan Covid-19 lewat udara. (R11/HR-Online)