Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebut saat ini muncul dua klaster baru di Jabar. Gugus Tugas Covid-19 tengah melakukan penanganan dan dipastikan terkendali. Dua klaster itu adalah klaster industri dan klaster institusi pendidikan kenegaraan di wilayah Bandung Raya.
Gugus Tugas Covid-19 Jabar tengah melakukan pelacakan secara masif, dan hasilnya sangat menggembirakan. Di klaster industri, penularan terjadi mayoritas di tempat kos karyawan di sebuah pabrik.
“Kami melakukan tracing secara masif. Ternyata yang bersangkutan ngekos berkumpul dengan karyawan pabrik yang lain. Alhamdulillah terkendali, tidak terjadi penyebaran yang masif,” ujar Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (7/7/2020).
Sedangkan untuk klaster baru di jabar yang kedua adalah klaster institusi pendidikan kenegaraan. Pelacakan sudah dilakukan sampai tes PCR terhadap anggota keluarga. “Ada beberapa institusi, tapi sudah dilakukan tracing, tes PCR juga dilakukan kepada keluarga,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Ridwan kamil meminta kepada seluruh daerah Kota/Kabupaten melaporkan data kasus secara cepat dan transparan. Hal itu bertujuan untuk memutuskan langkah penanganan, supaya berdasarkan data.
“Kalau data dari daerah belum lengkap, tentu cara merespon juga kurang optimal. Karena data tersebut akumulasi 27 Kota/Kabupaten. Untuk itu laporan data harus cepat dan transparan,” katanya.
Gubernur Jabar juga meminta seluruh daerah meningkatkan sistem pelacakan. Ada tiga hal yang menjadi kunci penanganan Covid-19, yakni pelacakan, pengetesan dan isolasi. Bila hal itu dilakukan dengan baik, ketika muncul klaster baru di Jabar akan tertangani dan terkendali.
Ridwan Kamil mengatakan 27 daeraeh di Jabar akan memperkuat kampanye protokol kesehatan saat adaptasi kebiasaan baru (AKB). Karena masih banyak masyarakat yang menganggap AKB merupakan kehidupan seperti sebelum ada Covid-19.
“Dalam dua minggu ke depan kampanye, edukasi lewat video, iklan dan sarana lainnya mesti ditingkatkan. Baik level daerah Kota/Kabupaten maupun Provinsi kaitan dengan AKB ini,” tuturnya.
Asrama Satu Tempat Berpotensi Munculnya Klaster Baru di Jabar
Salah satu tempat rawan Covid-19 yang berpotensi munculnya klaster baru di Jabar adalah asrama. Selain tempat rawan lainnya, seperti pasar, tempat wisata dan terminal. Untuk itu, Gugus Tugas akan fokus melakukan tes secara masif di asrama pendidikan.
Untuk itu, daerah harus sangat hati-hati dalam melakukan segala langkah. Termasuk dengan membuka sekolah, yang saat ini hanya boleh untuk zona hijau. Meski kurikulum dibuka 13 Juli 2020, namun belum boleh pertemuan fisik.
“Asrama menjadi salah satu tempat rawan Covid-19. Satu tipe dengan pasar, tempat wisata maupun terminal. Itu akan jadi pusat perhatian kita, dengan melakukan tes dalam dua minggu ke depan,” tergasnya. (R9/HR-Online).