Kalajengking laut raksasa adalah salah satu bukti kehidupan di lautan Paleozoikum. Hewan purba tersebut merupakan salah satu yang paling menakutkan dari arthropoda. Dimana telah disebut sebagai kalajengking laut Eurypterida yang telah lama punah. Sebelum kepunahan dinosaurus yang memusnahkan 95% dari semua jenis organisme, kita memiliki era Paleozoikum.
Zaman ini dalam sejarah Bumi, berlangsung antara 541 juta dan 252 juta tahun yang lalu. Hal ini sebagaimana yang dikutip dari Scitechdaily, 8 Juli 2020.
Selama zaman ini, arthropoda yakni hewan dengan exoskeleton menjelajahi ukuran yang ekstrim dari kecil hingga besar.
Baca Juga: Fosil Kalajengking Purba Ditemukan, Kalajengking Tertua yang Berevolusi
Seperti halnya serangga, kalajengking, krustacea, dan juga kepiting tapal kuda. Faktanya, beberapa arthropoda Paleozoikum ini mewakili binatang terbesar di Bumi pada saat itu.
Sebuah penelitian baru telah diterbitkan di Gondwana Research. Kumpulan informasi paling komprehensif mengenai makhluk-makhluk menakjubkan yang pernah menjelajahi perairan Australia.
Kalajengking Laut Raksasa, Arthropoda Terbesar Pernah Hidup di Laut
Era Paleozoikum merupakan periode atau masa gigantisme di antara makhluk hidup yang berkeliaran di bumi dan laut. Dengan mudahnya kita akan menemukan capung yang memiliki lebar sayap dua setengah kaki.
Selain itu, kita juga akan menemukan kaki seribu dengan panjang enam kaki. Meskipun demikian, spesies yang mendominasi mereka semua yakni pterygotid euryterid atau kalajengking laut raksasa.
Eurypterids merupakan keluarga arthropoda telah punah yang diyakini sebagai nenek moyang kalajengking saat ini. Mungkin saja juga semua arakhnida yaitu kelas yang mencakup laba-laba dan srthopoda berkaki delapan lainnya.
Selama 27 juta tahun, kalajengking laut ini hidup. Mereka telah mengambil tempat di puncak rantai makanan, berkembang tanpa adanya predator alami.
Baca juga: Hewan Purba Kongonaphon Kely Ditemukan Ilmuwan, Berukuran 10 Cm
Kalajengking laut ini adalah beberapa makhluk paling ganas di Bumi. Dapat melahap ikan besar dan juga satu sama lain.
Eurypterid merupakan kanibal, berkelahi, dan makan satu sama lain dalam persaingan untuk sumber daya, mangsa, serta pasangan. Mereka berevolusi menjadi ukuran yang sangat besar.
Penelitian Kalajengking Laut Raksasa
Konsepsi sains tentang betapa besarnya ukuran ini, baru-baru ini telah berubah. Beberapa tahun yang lalu, ahli paleontologi Markus Poschmann menggali fosil di sebuah tambang Jerman.
Ia dan rekan-rekannya membuang lempengan batu pasir yang mengendap di danau dan laguna pada ratusan juta tahun lalu. Danau kuno ini adalah rumah dari arthropoda terbesar yang pernah ditemukan.
Poschmann melihat “sepetak gelap bahan organik” di salah satu lempengan batu pasir. Setelah diselidiki lebih lanjut, telah ditemukan bahwa itu adalah bagian cakar milik Jaekelopterus rhenaniae yakni spesies kalajengking laut.
Baca juga: Fakta Tawon Cuckoo yang Masih Utuh Selama 99 Tahun
Potongan cakar itu lebih dari 18 inci atau 46 sentimeter panjangnya. Dengan menghitung proporsi terhadap seluruh tubuh, menunjukkan bahwa kalajengking ini memiliki panjang hingga delapan kaki.
Ini hampir satu setengah kaki lebih lama dari yang diperkirakan kalajengking laut yang pernah tumbuh. Para ahli paleontologi berbeda pendapat tentang bagaimana kalajengking laut raksasa tumbuh menjadi begitu besar.
Alasan Tumbuh Begitu Besar
Sebagian besar dari kita mungkin juga timbul pertanyaan. Bagaimana kalajengking laut tumbuh dengan ukuran yang sangat besar?
Atmosfer selama periode Devonian menampilkan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi. 35 persen dibandingkan dengan 21 persen saat ini.
Beberapa ahli palentologi percaya ini bertanggung jawab atas gigantisme yang merupakan karakteristik dari periode tersebut. Yang lain pun percaya bahwa kalajengking laut tumbuh begitu besar karena kebutuhan.
Agar dapat menembus baju zirah ikan yang terus berevolusi, cakar, dan tubuh mereka juga harus berevolusi menjadi ukuran raksasa. Sejumlah penulis makalah memperkenalkan Poschmann’s yang menemukan penjelasan ini dan percaya bahwa itu adalah kombinasi dari beberapa faktor.
Baca juga: Jejak Buaya Purba Ditemukan di Korea Selatan
Diantaranya seperti gravitasi yang lebih rendah ditemukan di bawah air. Hal inilah yang kemudian dapat menunjukkan kalajengking laut raksasa.
Terlepas dari bagaimana mereka menjadi begitu besar, para ilmuwan umumnya percaya bahwa kalajengking laut cocok dengan mereka dalam bentuk ikan besar. Dengan memiliki rahang serta gigi yang kuat.
Ikan-ikan tersebut memaksa sebagian besar kalajengking laut untuk naik ke darat. Dimana setelah itu mereka berevolusi menjadi ukuran yang lebih kecil.
Kemudian mereka meninggalkan sekumpulan fosil di belakang sebagai pengingat waktu ketika mereka memerintah Bumi. Saat ini pun dapat kita kenal sebagai kalajengking laut raksasa. (R10/HR-Online)