Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Harga daging ayam potong di Kota Banjar, Jawa Barat, stabil menjelang Lebaran Idul Adha. Harga daging ayam sebelumnya mengalami kenaikan.
Hal itu diungkapkan Wartija (45), pedagang daging ayam potong di Jalan Batulawang-Citangkolo, Dusun Cijurey, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.
Ia menyebutkan, kini daging ayam potong dijual Rp 28 ribu per kilogram. Sebelumnya, pasca diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), harga daging ayam potong tembus hingga Rp 40 ribu per kilogram.
Sedangkan, pada masa PSBB kemarin, harga daging ayam sangat murah, yakni mencapai 5.000 sampai 7.000 rupiah per kilogramnya. Hal itu dikarenakan banyak restoran besar yang biasa memesan daging ayam berhenti beroperasi.
“Makanya daging ayam jadi diobral, karena gak mau juga peternak membeli pakannya. Kan mahal,” kata Wartija, kepada HR Online, di kios daging miliknya, Jum’at (17/07/2020).
Baca Juga : H-3 Lebaran, Harga Daging di Pasar Kota Banjar Mulai Merangkak Naik
Diduga kenaikan harga daging ayam usai PSBB dipicu oleh banyaknya permintaan dari konsumen. Sedangkan, peternak ayam merasa trauma untuk menernak lagi lantaran tidak tahu kapan virus Corona selesai.
Namun ternyata pembeli malah semakin banyak, sedangkan stok barang sedikit. Menurut Wartija, harga ayam dikatakan stabil jika tidak melebihi Rp 32 ribu per kilogramnya. Sementara itu, menjelang Idul Adha pada tahun lalu harga daging ayam potong biasanya naik.
“Meskipun Idul Adha banyak daging kurban, tapi kan tidak semua orang doyan daging kurban, baik kambing maupun sapi. Nah, yang nggak doyan, ya jadilah beli daging ayam,” katanya.
Kini, per harinya Wartija menjual daging ayam potong sebanyak 1 kwintal. Pelanggannya berasal dari Kota Banjar saja. Jika hari pasar, yaitu Kamis dan Minggu, dirinya bisa sampai menjual 1,5 kwintal.
Wartija mengaku memulai usahanya tersebut sejak 2015 lalu. Awalnya per hari ia hanya menghabiskan 25 kilogram saja. Kini pelanggannya semakin banyak, dan sering kebanjiran pesanan. (Aisyah/R3/HR-Online)