Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TerbaruTes Air Liur Digital, Alternatif Tes Swab Covid-19 Lebih Simpel dan Akurat

Tes Air Liur Digital, Alternatif Tes Swab Covid-19 Lebih Simpel dan Akurat

Penggunaan tes swab Covid-19 untuk mendeteksi orang yang terinfeksi virus Corona dinilai jauh lebih akurat ketimbang dengan rapid tes. Namun proses mengambil sampel tes swab dengan mengusap nasofaring penderita bukanlah pengalaman yang menyenangkan.

Untuk mendapatkan sampel, petugas kesehatan dituntut harus teliti dan hati-hati dalam mengikis bagian dalam rongga hidung dan tenggorokan. Sampel inilah yang akan diperiksa dengan mikroskop untuk memastikan ada tidaknya virus Corona pada seseorang.

Tes swab Covid-19 juga populer dengan sebutan tes PCR atau Polymerase Chain Reaction. Meskipun dinilai hasilnya lebih akurat, namun sejumlah negara mengeluhkan adanya kendala dalam pelaksanaan tes ini.

Dikutip dari laman scitechdaily.com, para ilmuwan dari Universitas Chicago tengah meneliti kemungkinan penggunaan tes berbasis air liur untuk deteksi Covid-19. Tes air liur dianggap sebagai alternatif yang lebih simpel dan efektif untuk swab nasofaring.

Air Liur untuk Tes Swab Covid-19

Virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem pernafasan bagian atas. Virus ini akan menetap pada hidung dan sinus. Karena itu menyeka nasofaring menjadi metode utama untuk pengujian infeksi.

Peralatan medis yang digunakan dalam pengujian sampel ini didasarkan pada teknik yang disebut qPCR. Hampir semua negara yang menggunakan metode ini menerapkan metode yang hampir sama. Apalagi teknik ini juga telah digunakan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Biaya Tes Swab Corona Bisa Gratis? Berikut Penjelasannya

Namun metode qPCR untuk tes swab Covid-19 dinilai memiliki kelemahan seperti pada orang tanpa gejala namun membawa virus Corona.

“Orang dengan Covid-19 tetapi tanpa gejala mungkin karena jumlah virusnya kecil sehingga tidak terdeteksi pada tes,” kata Prof Jeremy Segal, ahli patologi Universitas Chicago.

Karena itu sangat penting ada tes yang mampu mendeteksi orang semacam ini. Sebab mereka pun bisa menyebarkan virus Corona. Untuk itulah tim peneliti Universitas Chicago mencoba teknik yang lebih akurat.

Saat ini para ilmuwan itu tengah menguji sistem deteksi yang disebut droplet-digital PCR atau ddPCR pada tes swab Covid-19. “Cara ini bisa memberi ukuran kuantitatif tentang jumlah virus yang ada,” tambah Segal.

Sistem tes baru ini secara teori dinilai lebih sensitif daripada qPCR. Tes ddPCR ini bahkan tetap bisa menghasilkan pembacaan positif, meskipun virus yang terdapat dalam sampel jumlah lebih rendah.

“Anda bisa membiarkan orang untuk mengumpulkan sampel mereka sendiri, karena semua orang tahu bagaimana cara meludah,​​” kata Prof Evgeny Izumchenko, peneliti lain yang juga ahli genetika Kedokteran Universitas Chicago.

Metode ddPCR Sudah Diuji Maret Lalu

Sampel tes swab Covid-19 yang digunakan dalam metode ddPCR adalah air liur penderita yang ditampung dalam sebuah wadah. Teknik ini dinilai lebih efisien karena tidak perlu membuat repot petugas medis dalam mengusap nasofaring pada teknik qPCR.

Baca juga: Jenis Alat Test Covid-19 yang Wajib Anda Tahu

Pengujian terhadap metode ddPCR untuk mendeteksi orang dengan Covid-19 telah dilakukan Universitas Chicago di Illinois pada Maret dan April lalu. Pengujian dilakukan bekerja sama dengan laboratorium di Sekolah Teknik Molekuler Pritzker.

Dalam pengujian tes swab Covid-19 ini, peneliti mengambil sampel dengan dua teknik, yaitu swab nesofaring seperti pada tes qPCR dan menyuruh orang meludah yang ditampung dalam wadah untuk ddPCR. Kedua sampel inilah yang dibandingkan hasilnya.

Hasilnya, selain lebih akurat para peneliti juga menemukan tingkat variabilitas menyangkut jumlah virus orang yang dinyatakan positif. “Jumlah virus yang terdeteksi pada pasien positif bervariasi hingga satu juta kali lipat,” kata Segal.

Baca juga: Arti Reaktif Covid-19 Berdasarkan Rapid Test, Ini Penjelasannya

Penerapan metode ddPCR terhadap sampel air liur, menurut Izumchenko, juga mampu memberikan indikasi awal yang lebih nyata bahwa seseorang mungkin terinfeksi virus Corona meski tanpa gejala dibandingkan dengan swab hidung.

Adanya tingkat variabilitas jumlah virus orang yang terinfeksi pada tes swab Covid-19 dengan air liur juga menarik perhatian para peneliti. Karena itu mereka juga berencana akan mengujinya pada pasien yang telah dinyatakan sembuh. (R11/HR-Online)

Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...