Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Selama pandemi virus corona, sejumlah pedagang pisang di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kerugian akibat sepinya order pembelian.
Virus corona yang selama ini terjadi terus berimbas terhadap perekonomian masyarakat. Tak terkecuali para pedagang maupun pengepul pisang.
Seperti halnya dikatakan Agus Purwanto, pedagang pisang asal Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, bahwa selama pandemi berlangsung, para pedagang pisang kini mengaku terus merugi akibat penurunan omset.
“Sejak pandemi terjadi, penjualan pisang ke luar wilayah jadi terkendala, sehingga berimbas terhadap harga pisang di petani,” katanya, Kamis (04/06/2020).
Bahkan, menurut Agus, akibat sepinya pembeli, para pengepul pisang (kios) yang mengalami kerugian besar akibat banyak pisang yang tidak terjual.
“Pandemi ini sangat berimbas kepada para pedagang. Para pengepul pisang juga mengeluh, banyak pisang yang pada bosok di kios-kios,” tuturnya.
Agus mengaku, biasanya ia selalu menjual pisang ke luar kota, seperti ke daerah Bandung dan Cirebon. Namun, selama pandemi virus corona terjadi, perjalanan usahanya terus mengalami penurunan akibat sepinya pembeli.
Ketika para pedagang mau mengirim kepada para pelanggan, namun pelanggannya itu kini memilih banyak menolak barang. Hal ini juga langsung berimbas terhadap harga pisang.
“Saat ini harga pisang rata-rata kisaran Rp 2.500 per kilogramnya. Itu pun kita sudah untuk menjualnya,” ungkap Agus. (Suherman/R3/HR-Online)