Proses fotosintesis pada tumbuhan merupakan proses biokimia pembentukan karbohidrat maupun bahan anorganik oleh tumbuhan. Proses fotosintesis ini memiliki peran yang sangat penting. Umumnya, terjadi pada tumbuhan yang memiliki kandungan zat hijau daun, yakni klorofil.
Baca Juga: Fungsi Sel Kersik yang Ada di Batang Tumbuhan, Apa Itu?
Melalui proses fotosintesis, tumbuhan hijau mampu menghasilkan makanannya sendiri. Inilah mengapa tumbuhan kita sebut sebagai produsen.
Selain itu, hampir semua makhluk hidup bergantung pada energi hasil dari proses fotosintesis. Bila proses fotosintesis tidak pernah terjadi, maka kelangsungan hidup dapat terancam.
Proses Fotosintesis pada Tumbuhan dan Faktor yang Mempengaruhinya
Syarat utama tumbuhan dapat melakukan fotosintesis harus memiliki klorofil. Kemudian, waktu terbaik untuk melakukan fotosintesis yakni pada siang hari.
Pasalnya, fotosintesis selalu membutuhkan cahaya matahari. Untuk melakukan reaksi kimia ini, tumbuhan juga butuh air dan karbondioksida.
Karbondioksida ini berasal dari udara yang kemudian masuk ke dalam daun melalui stomata atau mulut daun. Sedangkan untuk air, tumbuhan memperolehnya melalui akar kemudian masuk ke batang tumbuhan.
Saat sinar matahari jatuh ke permukaan daun, klorofil akan menangkap cahaya matahari tersebut. Cahaya matahari kemudian diteruskan ke lapisan epidermis transparan menuju mesofil.
Selain itu, beberapa faktor tersebut juga mempengaruhi laju dari proses fotosintesis pada tumbuhan ini. Laju fotosintesis akan terjadi secara maksimal, ketika mendapatkan intensitas cahaya yang tinggi.
Jika ketersediaan karbon dioksida semakin banyak, maka tumbuhan memiliki banyak bahan untuk melangsungkan fotosintesis tersebut. Jika asupan air berkurang maka menyebabkan stomata tertutup.
Hal ini dapat menghambat penyerapan karbondioksida dan laju fotosintesis pun semakin berkurang. Kadar fotosintat seperti karbohidrat yang rendah, membuat laju fotosintesis menjadi naik dan begitu pula sebaliknya. Pada mesofil inilah tempat utama terjadinya proses fotosintesis.
Beragam Proses Fotosintesis pada Tumbuhan
Proses fotosintesis pada tumbuhan ini sangatlah beragam. Untuk lebih jelasnya, mari simak pemaparan berikut ini!
1. Menghasilkan Oksigen
Salah satu hasil dari fotosintesis yakni oksigen. Tumbuhan akan mengeluarkan oksigen, kemudian makhluk hidup lainnya bisa menghirup oksigen tersebut untuk bernapas.
Baca Juga: Tumbuhan yang Bisa Membuat Makanan Sendiri, Ini Contohnya!
Selain menghasilkan oksigen, tumbuhan juga menyerap karbondioksida yang berasal dari polusi. Hal ini membuat udara sekitar akan menjadi lebih segar, bersih, dan juga sehat.
2. Menghasilkan Glukosa
Fotosintesis pada tumbuhan juga menghasilkan glukosa. Bagi tumbuhan sendiri, glukosa tersebut berfungsi sebagai bahan bakar untuk membangun zat makanan. Seperti halnya protein hingga lemak.
Tak dapat kita pungkiri jika kedua zat tersebut sangat penting bagi manusia maupun hewan.
Peran protein pada tubuh manusia sendiri mampu memperbaiki sel maupun meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Menghasilkan Buah dan Umbi
Menakjubkannya, melalui proses fotosintesis pada tumbuhan, membuat tumbuhan mampu menghasilkan buah maupun umbi. Buah memiliki kandungan vitamin, senyawa, mineral, dan nutrisi lainnya dalam jumlah yang tinggi.
Sementara itu, umbi bisa kita manfaatkan sebagai sumber makanan maupun sumber energi. Baik umbi maupun buah, sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh kita.
4. Melembabkan Udara
Sebanyak 10 % kelembaban udara berasal dari tumbuhan. Kelembaban udara yang selalu terjaga dengan baik mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia.
Baca Juga: Cara Tumbuhan Bernapas dan Alat Pernapasan Mereka yang Unik!
Misalnya saja memberikan rasa tenang, mengatasi lelah, hingga membuat tidur jadi lebih nyenyak.
Fenomena Unik yang Berkaitan dengan Fotosintesis
Di balik proses fotosintesis pada tumbuhan ini, tersimpan fenomena unik yang tidak semua orang ketahui. Salah satunya, cara tanaman untuk terus bertahan hidup meskipun berada pada daerah ekstrim.
Beberapa tumbuhan untuk melakukan fotosintesis akan menyesuaikan berbagai macam kondisi. Misalnya kondisi gurun, iklim dingin, lembab, matahari yang cukup, dan lain sebagainya.
Proses fotosintesisi ini berlangsung sesuai dengan iklim maupun ekosistemnya. Namun, berdasarkan kondisi iklim dan juga ekosistemnya inilah terdapat berbagai jenis fotosintesis.
Misalnya saja seperti C3, C4, hingga CAM fotosintesis. Sebenarnya, tidak semua tumbuhan melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi maupun makanan.
Hal ini terjadi pada tumbuhan parasit yang menempel pada tumbuhan lain. Energi dan makanan yang dapatkan berasal dari tumbuhan yang menjadi inangnya.
Laju fotosintesis, ternyata akan lebih tinggi prosesnya pada tumbuhan yang tengah berkecambah bila kita bandingkan dengan tumbuhan dewasa. Proses fotosintesis pada tumbuhan berkecambah membutuhkan lebih banyak makanan maupun energi. Terutama untuk kebutuhan respirasi seluler maupun untuk tumbuh. (R10/HR-Online)