Pengertian revolusi bumi adalah sebuah perputaran bumi pada porosnya dan mengitari matahari. Bumi berputar mengelilingi matahari tak hanya sendiri, namun bersama dengan satelit dan planet lainnya dalam sistem tata surya kita. Proses melakukan revolusi tersebut adalah satu tahun.
Dengan hal itu, maka dijadikan sebuah patokan ilmu yang menghitung penanggalan masehi. Bumi mengitari matahari melalui sebuah orbit dan bergerak selaras dengan planet lainnya.
Pengertian Revolusi Bumi dan Prosesnya
Sebenarnya, bumi tak pernah diam dan terus berputar. Bumi berrotasi dan juga melakukan revolusi. Revolusi terjadi dalam jangka waktu satu tahun atau 365-366 hari.
Selama melakukan revolusi, posisi bumi dengan matahari tak sama dan selalu berubah-ubah. Hal ini dikarenakan jika orbit yang menjadi jalan atau arus perputarannya tersebut berbentuk lonjong atau elips.
Seperti ini dapat dilihat saat arah datang sinar matahari pada bulan Maret, bulan Juni, September dan juga bulan Desember yang terus berubah. Hal ini terjadi karena pada tanggal 21 Maret, posisi matahari ada di garis lintang 0 derajat di khatulistiwa.
Baca juga: Akibat Revolusi Bulan yang Dapat Dilihat Dari Bumi, Seperti Apa?
Sementara itu, pada tanggal 21 Juni, posisi matahari berada pada garis balik utara. Kemudian tanggal 23 September, matahari kembali ke khatulistiwa. Lalu pada tanggal 22 Desember, posisi matahari ada pada garis balik selatan.
Pengertian revolusi bumi ini menandakan jika ada sebuah gerakan yang seakan-akan matahari bergerak. Padahal, yang melakukan gerakan adalah bumi itu sendiri.
Kenapa kita tak merasakan jika bumi bergerak? Hal ini dikarenakan jika pergerakan bumi sangat stabil. Kemudian yang kita lihat dari pergerakan matahari tersebut adalah sebuah gerakan semu dari matahari.
Akibat Terjadinya Revolusi Bumi
Semua yang bergerak pasti akan mengalami suatu keadaan yang berubah. Hal itu juga sangat berlaku untuk pergerakan bumi mengitari matahari ini.
Kemudian hal ini diartikan jika bumi yang berevolusi akan mengakibatkan beberapa fenomena alam yang sangat mempengaruhi kehidupan makhluk yang ada di dalamnya.
Berikut adalah beberapa fenomena yang terjadi akibat revolusi bumi.
Terjadinya Gerak Semu Matahari
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, gerak ini akan terjadi saat bumi mengalami sebuah revolusi terhadap matahari.
Pengertian revolusi bumi juga terdapat berbagai fenomena yang terjadi, yakni seakan-akan matahari bergerak mengelilingi bumi. Fenomena ini juga dapat kita lihat dan rasakan dari bumi.
Lamanya Perbedaan Siang-Malam
Setiap bagian bumi akan mengalami perbedaan lama waktu antara siang dan malam. Misalkan saja di sebuah negara akan memiliki waktu malam yang lebih panjang daripada negara yang lainnya.
Misalkan saja, negara norwegia yang salah satu pulaunya, Svalbard memiliki waktu siang yakni 21 jam dan malam hanya 3 jam saja.
Baca juga: Pengertian Rotasi Bumi dan Berbagai Akibat yang Ditimbulkan
Daerah tersebut berada di kutub utara. Kemudian, coba bandingkan dengan Malaysia, Indonesia, dan Korea yang mempunyai waktu siang dan malam yang hampir sama yakni 12 jam. Semua fenomena tersebut adalah sebuah akibat dari adanya revolusi bumi.
Pengertian revolusi bumi ini juga diakibatkan karena jika kemiringan sumbu bumi dan proses revolusi terhadap ekliptika mengakibatkan perbedaan tersebut.
Terdapat Perbedaan Musim
Dalam sebuah negara akan mempunyai musi yang berbeda dengan negara yang lainnya. Hal ini dikarenakan jika posisi matahari tanggal 21 Juni berada di sebelah utara (23,5 derajat LU/garis balik utara). Kemudian pada 23 September, posisi matahari ada di garis khatulistiwa.
Sehingga antara kutub utara dan selatan mempunyai jarak yang sama. Lalu 22 Desember matahari berada di posisi paling selatan (disebut garis balik selatan).
Dari pengertian revolusi bumi, kemudian pada 21 Maret posisi matahari kembali lagi di garis khatulistiwa. Sehingga, dengan kejadian tersebut, akan mempengaruhi keadaan suatu musim di berbagai negara.
Oleh karena itu, kita dapat mengetahui mengapa pada negara indonesia memiliki dua musim penghujan dan juga kemarau. Hal ini didapat dari revolusi bumi jika Indonesia adalah salah satu negara yang letaknya berada di garis khatulistiwa.
Terdapat Rasi Bintang yang Berbeda-beda
Rasi bintang dapat kita ketahui saat melakukan pengamatan dari bumi. Karena bumi mengalami peristiwa revolusi, maka posisi bintang juga akan mengalami perubahan.
Dengan mempelajari pengertian revolusi bumi, akan memperbanyak pengetahuan kita terhadap penentuan tanggal-tanggal penting dalam kalender masehi. Kemudian juga dapat menentukan posisi matahari tiap tahunnya. (R10/HR-Online)