Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Menjelang masuknya normal baru yang akan segera diterapkan oleh Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, tempat cuci tangan untuk masyarakat yang berbelanja di pasar Banjar, malah tidak terawat.
Salah seorang pedagang gula di Pasar Banjar, Ujang (40) menuturkan, tempat cuci tangan yang disediakan oleh pemerintah, sudah hampir tiga minggu ini tidak terawat dan tidak diisi air oleh petugas.
Selain itu, petugas yang biasa mengisi air dan melakukan pengawasan, juga tidak terlihat dan tidak ada petugas lain yang melakukan pengawasan.
“Biasanya ada petugas yang ngisi air, kalau ngga ya tukang becak. Tapi, karena airnya minta sama warga mungkin sekarang rada enggan,” kata Ujang kepada Koran HR, Selasa (9/6/2020).
Saat ini, kata Ujang, untuk tempat cuci tangan hanya ada satu yang masih tersedia di depan pintu utama. Untuk tempat cuci tangan yang lain sudah tidak berfungsi.
“Yang ada airnya dan masih terawat cuma tempat cuci tangan wastefel, yang ada di depan pintu utama,” katanya.
Salah seorang konsumen yang tengah berbelanja, Yanti (30), menyayangkan tidak berfungsinya tempat cuci tangan di pasar tersebut.
Menurutnya, seharusnya ditempatkan petugas khusus agar tonk tempat cuci tangan bisa terawat. Sehingga, ketika ada warga yang hendak membersihkan tangan tidak kerepotan.
“Kalau bisa ya diperbaiki dan disediakan di setiap pintu keluar masuk, apalagi ini di pasar banyak orang belanja. Katanya harus mencegah virus Corona,” ujarnya. (Muhlisin/Koran HR)