Kemampuan hidung dalam mencium bau sudah diketahui semua orang. Kemampuan salah satu indra pada tubuh ini ternyata begitu luar biasa.
Meski jarang tidak disadari, ternyata hidung mampu mendeteksi 1 triliun jenis bau yang ada di dunia.
Pada abad ke-19, orang mulai penasaran akan hal ini, seperti disebutkan oleh A. N. Gilbert dalam What the Nose Knows (Crown Publishers, New York, 2008).
Pada saat itu diperkirakan hidung manusia dapat mengenali hingga 10.000 bau. Meskipun ini belum pernah dibuktikan, tapi telah menjadi awal untuk penemuan selanjutnya.
Andreas Keller beserta timnya, adalah peneliti dari New York Rockefeller University yang tertarik untuk menemukan kemampuan hidungmanusia yang menakjubkan ini.
Seperti dicatat dalam hasil studi Keller yang berjudul, Humans Can Discriminate More Than 1 Trillion Olfactory Stimuli, (Science 21 Maret 2014).
Keller dan timnya mencoba menguji sekitar 30 komponen yang merupakan hasil seleksi dari 128 molekul berbau dan diuji terhadap 26 partisipan.
Dari dua tahap uji yang dilakukannya menggunakan bau koleksinya itu, ditemukan bahwa indra penciuman manusia bisa mendeteksi 1 triliun jenis.
Baca juga: Bahaya Mencabut Bulu Hidung
Kemampuan Hidung
Dalam sebuah artikel di majalah Nature yang berjudul Human Nose Can Detect 1 Trillion Odors disebutkan, manusia memiliki 400 reseptor.
Misalkan ketika ada aroma bunga dalam sebuah ruangan, saat molekuler bau menyebar dalam ruangan, reseptor spesifik mendeteksi molekuler tersebut.
Setelah molekulnya dideteksi, akan menimbulkan serangkaian respon saraf yang menarik perhatian orang yang menciumnya terhadap bunga.
Itu hanya sebagian kecil penemuan cara kerja hidung yang membuatnya memiliki kemampuan menakjubkan.
Sampai saat ini para ilmuwan masih kesulitan menemukan proses kerja kemampuan hidung dalam mencium bau secara detail.
Tidak seperti warna dan suara, bau lebih sulit untuk dikategorikan. Namun memiliki lebih banyak reseptor menunjukan sensitifitasnya yang lebih tinggi.
“Hubungan antara jumlah aroma yang dapat kita bedakan dan jumlah reseptor yang kita miliki masih tidak jelas.” kata Noam Sobel, ahli saraf di Weizmann Institute of Science di Rehovot, Israel.
Penyebab Jarang Menyadari Bau
Penyebab seseorang jarang menyadari bau yang tercium adalah respon saraf penciuman tidak dikirim langsung ke Talamus, sebuah bagian otak yang mengatur kesadaran.
Tetapi, respon dari saraf hidung diproses terlebih dahulu oleh kortikal atau bagian otak yang berhubungan dengan emosi, perilaku dan ingatan tanpa sadar.
Selain itu, Paul Broca, seorang ilmuwan dan ahli anatomi pada abad ke-19 memiliki sebuah teori yang mengatakan manusia memiliki penciuman yang buruk.
Hal ini dikarenakan otak yang berfungsi untuk mengatur indra penciuman lebih kecil, dan bagian otak tersebut bisa semakin mengecil karena evolusi.
Fakta selanjutnya adalah kosa kata yang dimiliki manusia tidak sebanding dengan 1 triliun bau yang tercium. Sehingga ini menjadi penyebab kita sering tidak menyadari kemampuan hidung tersebut.
Namun, Donald Wilson, peneliti penciuman dari fakultas kedokteran Universitas New York mengatakan, penemuan tersebut dapat membantu mengungkapkan hal-hal baru selanjutnya.
“Ini perkiraan yang mendebarkan, tapi ini bisa membantu para ilmuwan untuk mengungkap bagaimana alat pencium dan otak bekerjasama untuk merespon bau,” katanya.
Pengaruh Bau Terhadap Perilaku dan Emosi
Hal ini juga sering tidak disadari, jika bau lebih berpengaruh terhadap bagaimana kita bersikap dan emosi seseorang.
Hal ini, seperti dijelaskan di atas, karena bau lebih dulu direspon oleh bagian otak yang berhubungan dengan sikap dan pikiran bawah sadar.
Sebagai contoh dari kemampuan hidung ini, ketika seseorang mencium aroma yang tidak sedap, bisa saja orang tersebut muntah atau tanpa sadar menutup hidung.
Kemudian orang tersebut akan merasa tidak enak, atau bahkan mood-nya menjadi berubah drastis.
Hal ini juga yang terjadi ketika seseorang mencium wangi parfum, dan kenapa seseorang memilih parfum yang sesuai dengan seleranya.
Ketika seseorang memilih parfum, yang lebih banyak bekerja adalah sisi emosionalnya yang terbentuk di masa lalu.
Misal seseorang merasa senang dan bersemangat ketika berolahraga, maka parfum yang disukainya akan beraroma semangat dan lebih fresh.
Itulah berbagai kemampuan hidung manusia yang seringkali tidak disadari. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan dan dipertajam untuk melatih indra penciuman. (Muhafid/R6/HR-Online)