Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus positif Covid-19 di Ciamis bertambah, sampai Selasa (30/6/2020) tercatat 17 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Ciamis.
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis merilis penambahan 2 pasien positif Covid-19 di Ciamis.
Dari peta risiko Covid-19 di Ciamis, pasien positif Covid-19 yang terkonfirmasi hari ini berada dalam pengawasan Puskesmas Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Dalam peta tersebut, Desa Handapherang menjadi zona merah.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Ciamis, dr Bayu Yudiawan membenarkan adanya penambahan kasus positif di Ciamis.
“Iya, ada penambahan kasus konfirmasi,” kata dr Bayu saat dikonfirmasi HR Online, Selasa (30/6/2020).
Menurut dr Bayu, saat ini penelusuran masih dilakukan. Tim Gugus Tugas menduga penularan Covid-19 di Handapherang berasal dari transmisi lokal.
“Saat ini masih proses telusur tracking dan tracing. Kemungkinan transmisi lokal,” katanya.
Transmisi lokal merupakan suatu istilah dimana penularan Covid-19 berasal dari satu daerah yang sama. Selain transmisi lokal, istilah lainnya adalah imported case. Berbeda dengan transmisi lokal, imported case berarti penularan Covid-19 berasal dari luar daerah.
“Salah satunya masih penyebaran di daerah Simpar (Panjalu),” katanya.
Sebelumnya satu orang pasien asal Panjalu meninggal dunia. Hasil tes swab pada pasien tersebut menunjukkan positif Covid-19.
Baca Juga: Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Ciamis
Bayu meminta masyarakat bersabar untuk informasi lebih lengkap, karena proses penelusuran masih terus dilakukan. “Sementara mohon bersabar sampai telusur lengkap,” katanya.
Sementara itu, total kasus positif Covid-19 di Ciamis 17 orang, 8 orang diantaranya dinyatakan sembuh, sedangkan 1 orang pasien positif Covid-19 asal Panjalu meninggal dunia.
Sisanya, 8 orang masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Namun dalam pengawasan Dinas Kesehatan Ciamis, yakni 1 orang dalam pengawasan Puskemas Payungsari, 3 orang dalam pengawasan Puskesmas Panjalu, 1 orang dalam pengawasan Puskesmas Cipaku, 1 orang dalam pengawasan Puskemas Imbanagara, dan 2 orang dalam pengawasan Puskemas Handapherang. (Fahmi/R7/HR-Online)