Jamur enoki berbahaya untuk kesehatan? Padahal, panganan yang berasal dari Korea Selatan itu sudah ada dan biasa dikonsumsi di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Jamur ini dikenal dengan berbagai nama seperti enokitake, tutu, jarum emas atau jamur lily.
Diketahui, jamur berbentuk lidi tersebut terkontaminasi bakteri berbahaya yakni bakteri listeria monocytogenes penyebab utama penyakit listeriosis.
Jamur ini juga disebut-sebut menjadi penyebab 36 warga Amerika Serikat terjangkit listeria. Bahkan beberapa diantaranya sampai meninggal dunia.
Karena jamur enoki berbahaya, pemerintah Indonesia melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menarik dan memusnahkan semua jamur enoki dari peredaran.
Kementan juga mendesak pelaku usaha (importir) untuk segera menarik dan memusnahkan jamur tersebut yang sudah terlanjur bereda di seluruh Indonesia
Jamur enokki ini memang cukup digemari masyarakat Indonesia. Kerap disajikan bersama mie ramen, jamur enoki memiliki tekstur garing dan kenyal serta gurih, sehingga menambah cita rasa pada makanan.
Namun pada Maret 2020 lalu, banyak korban berjatuhan setelah konsumsi jamur ini. Setelah dialukan uji klinis, ternyata jamur enokki berbahaya karena mengandung bakteri listeria.
Amerika Serikat yang menjadi salah satu negara dengan korban jamur enoci paling banyak. 36 orang disana dikabarkan terjangkit penyakit listoriosis. Penyakit listoriosis di AS dikaitkan dengan jamur enokitake produk dari Green Co, LTD Korea.
Badan pengawas makanan dan obat AS memberikan saran, bagi siapa saja yang terlanjut sudah makan jamur enokii produk Korea dan mengalami sakit bergejala listeriosis agar secepat mungkin berobat ke dokter. Gejala Listeriosis antara lain demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot, leher kaku, mual sampai diare.
BKP Kementan Musnahkan 8 Ton Jamur Enoki
Dianggap berbahaya, Badan Ketahanan Pangan Kementan RI segera memusnahkan jamur tersebut dari peredaran.
Semua produk jamur enoki berbahaya produksi Green Co Ltd, Korea, ditarik dan dimusnahkan dalam dua gelombang. Penarikan jamur enoki sesuai dengan surat dari Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan kepada Direktur PT Green Box Fresh Vegetables nomor B-259/KN.230/J/05/2020 tanggal 18 Mei 2020.
Setelah itu, pemerintah melakukan pemusnahan jamur enokii sekitar 1.633 karton dengan berat sekitar 8 ton atau tepatnya 8.165 kg. Pemusnahan jamur tersebut dilakukan dua kali, yakni tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 bertempat di PT Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi.
Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi, mengatakan, penarikan dan pemusnahan jamur enokii di Indonesia dilakukan atas adanya peringatan dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) sebuah jaringan otoritas keamanan pangan internasional yang ada di bawah WHO/FAO tanggal 15 April 2020 lalu. Peringatan tersebut menyatakan bahwa jamur enoki berbahaya jika dikonsumsi karena mengandung bakteri listeria.
Dalam peringatan itu juga disebutkan, trejadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Amerika Serikat, Kanada dan Australia, pada Maret-April 2020 yakni akibat masyarakat mengkonsumsi jamur asal Korsel yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes.
Bakteri tersebut menjadi penyebab terjadinya penyakit listeriosis bisa menyebabkan seseorang sakit parah hingga meninggal dunia, terutama bagi golongan yang rentan seperti balita, ibu hamil ataupun lansia.
Mendapat kabar jamur berbahaya, BKP kemudian melakukan investigasi lalu menemukan importir di Indonesia yang memasok jamur enoki dari Korsel yang masuk daftar jamur yang berbahaya.
Kemudian, pemerintah Indonesia melakukan sampling terhadap jamur ennoki pada tanggal 21 April 2020 dan 26 Mei 2020.
Hasil pengujian tersebut menyebut, 5 lot tak memenuhi syarat karena terdeteksi mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang lewat ambang batas.
Akhirnya, BKP Kementerian Pertanian memerintahkan perusahaan importir untuk segera melakukan penarikan dan pemusnahan jamur enokki dari Green Co Ltd, Korsel.
Ciri-ciri Terkena Penyakit Listiriosis
Jamur enoki berbahaya dan bisa menyebabkan penyakit listiriosis. Gejala penyakit listiriosis bisa terjadi pada siapa saja, utamanya wanita hamil.
Bagi wanita hail, mungkin mereka akan merasa sakit yang nampak seperti flu. Apabila mengalami kondisi ini usai mengkonsumsi jamur enokie, bisa jadi wanita hamil tersebut terkontaminasi jamur Listeria monocytogenes dari jamur enokie.
Gejala Listeriosis lainya yakni demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot, leher kaku, mual sampai diare.
Selain wanita hamil, orang yang rentan terkena wabah listeria adalah lansia dan balita dan seseorang yang menderita penyakit kronis.
Nah, sekarang sudah tahu kan bahwa jamur enoki berbahaya. Mulai saat ini lebih berhati-hati konsumsi makanan yang berasal dari luar negeri. (Jujang/R8/HR Online)