Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Yati (48), pedagang colok gembrung di Pasar Manis Ciamis, mengaku penghasilannya menurun tajam semenjak adanya wabah Corona.
Yati mengungkapkan, peminat makanan tersebut saat ini sangat berkurang pada masa Pandemi Covid-19. Sehingga, dirinya hanya bisa menjual dagangannya 150 tusuk sehari, berbeda dari hari-hari biasa.
“Kalau sebelum musim Covid-19, saya bisa jual 300 atau 400 tusuk sehari. Entah kenapa, sekarang sangat menurun omset penjualan,” ungkap warga Pasir Datar, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jumat (26/6/2020).
Padahal, colok gembrung merupakan salah satu makanan khas Ciamis selain galendo. Makanan ini memiliki cita rasa khas Ciamis yang tidak diragukan lagi kenikmatannya, sehingga banyak diburu konsumen.
Menurutnya, efek yang sangat terasa pada pandemi Covid-19 saat menjelang lebaran, yang biasanya menjual 3.000 tusuk perhari, namun setengahnya juga tidak habis.
“Biasanya menjelang lebaran colong gembrung laku banyak. Tapi, lebaran kemarin omset sangat menurun. Hanya bisa menjual 300 tusuk sehari saja,” ucapnya.
Meskipun omset penjualan saat ini menurun tajam, tetapi dirinya tidak akan sampai gulung tikar. Dikarenakan, oleh-oleh khas Ciamis ini harus dilestarikan sampai kapanpun.
Selain itu, Yati yang merupakan salah satu pedagang colok gembrung di Pasar Ciamis ini, sudah berjualan kurang lebih 20 tahun. Awalnya, menggeluti jualan makanan khas Ciamis ini dari orang tuanya.
“Saya jualan makanan khas Ciamis ini meneruskan atau turun temurun warisan orang tua,” terangnya.
Yati menuturkan, makan ini terbuat dari kulit sapi yang dipotong kecil-kecil. Kemudian potongan kecil itu ditusukkan ke lidi seperti sate.
Ketika dimana, kulit sapi itu terasa empuk ditambah dengan bumbu galendo atau ampas kelapa, sehingga rasanya menjadi nikmat dan gurih.
Sementara untuk cara makannya dapat langsung sebagai cemilan. Selain itu, bisa juga dimakan bersama nasi putih atau ketupat lebaran. Sehingga tidak salah jika pada idul fitri, makanan khas Ciamis ini laris manis.
Colok gembrung bukan hanya disukai oleh orang dewasa saja, namun juga sangat disenangi oleh anak-anak. (Fahmi/R5/HR-Online)