Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seorang pemudik dari Jakarta yang diketahui warga Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dinyatakan positif Corona atau Covid-19 setelah dilakukan tes Swab atau PCR pada tanggal 17 Mei lalu.
Laporan ini tentu sangat mengejutkan. Pasalnya, si pemudik yang berjenis kelamin laki-laki berusia 44 tahun ini baru saja menjalani karantina selama 14 hari di salah satu sekolah di Kecamatan Padaherang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Ahmad Marzuki, saat dihubungi HR Online, Sabtu (23/05/2020) malam, membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan pihaknya baru menerima hasil Swab pada Sabtu (23/05/2020) sore.
“Hasil Swab baru kami terima tadi sore. Memang cukup mengejutkan kabar ini. Karena warga yang dinyatakan positif corona itu sudah tiga hari lalu pulang ke rumahnya setelah menjalani karantina 14 hari,” terangnya.
Kronologi Pemudik yang Dinyatakan Positif Corona
Yani menjelaskan, pemudik tersebut pulang kampung ke Pangandaran pada tanggal 6 Mei 2020 lalu. Sesampainya di kampung halaman, yang bersangkutan langsung menjalani karantina di salah satu sekolah SMP di Kecamatan Padaherang.
“Pada tanggal 17 Mei lalu kami melakukan test Swab secara random terhadap 100 pemudik yang melakukan karantina. Pemudik yang dilakukan test Swab, mereka yang dianggap memiliki potensi tertular Covid-19. Dan si pasien tersebut masuk diantara 100 orang, kerena seorang pemudik dari Jakarta,” terangnya.
Setelah masuk hari ke 14 atau tepatnya tanggal 20 Mei 2020, lanjut Yani, pemudik yang diketahui positif corona itu diperbolehkan pulang. Alasannya, kata dia, si pemudik tersebut tampak sehat dan tidak mengalami gejala sakit apapun.
“Jadi si pasien tersebut masuk kategori orang tanpa gejala. Karena saat keluar dari karantina dia tidak mengalami gejala apapun,” ujarnya.
Saat dijemput oleh tim medis guna dilakukan isolasi dan penyembuhan di RSUD Pandega Pangandaran pun, tambah Yani, si pasien yang dinyatakan positif corona ini masih tampak sehat dan mengaku tidak mengalami gejala apapun.
“Malam ini si pasien sudah dibawa ke RSUD Pandega untuk dilakukan perawatan,” katanya.
Pihaknya juga, terang Yani, sudah melakukan tracking serta pemeriksaan terhadap orang-orang yang pernah kontak fisik dengan si pasien, terutama keluarganya yang satu rumah.
“Keluarganya sudah kami periksa. Sekarang sudah dilakukan isolasi mandiri. Kami juga melakuan pemeriksaan terhadap warga yang melakukan kontak dengan si pasien. Karena selama 3 hari berada di rumah, si pasien dikabarkan melakukan kontak dengan tetangganya,” ujarnya.
Bupati Sesalkan Hasil Pemeriksaan Swab Hingga Berhari-hari
Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyesalkan adanya keterlambatan hasil pemeriksaan Swab. Dia mengatakan hasil swab baru diketahui setelah si pasien yang positif corona itu sudah 3 hari pulang ke rumahnya.
“Hal ini tentu menjadi kendala buat kami dalam memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran. Bayangkan saja, hasil pemeriksaan Swab tanggal 17 Mei, baru keluar hasilnya pada tanggal 23 Mei. Apalagi si pasien sudah 3 hari melakukan kontak fisik dengan keluarganya,” ujarnya, Sabtu (23/05/2020) malam.
Jeje berharap laboratorium pemeriksaan Swab yang rencananya akan diadakan di Tasikmalaya semoga cepat terwujud. Hal itu agar pemeriksaan Swab untuk di wilayah Priangan Timur bisa cepat diketahui hasilnya.
“Kalau sekarang kan laboratoriumnya di Bandung dan menangani hasil pemeriksaan Swab dari beberapa daerah di Jawa Barat. Jadi harus antri pemeriksaannya, sehingga harus beberapa hari menunggu hasilnya,” ungkapnya.
Jeje juga menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Karena menurutnya, tidak semua orang yang dinyatakan positif corona menunjukan gejala. (Ntang/R2/HR-Online)