Penemuan eksoplanet Kepler-88 d oleh tim astronom yang berasal dari Institut Astronomi Universitas Hawai (UH IFA), mempunyai ukuran tiga kali lebih besar dari ukuran planet Jupiter.
Baca juga: Misteri Hilangnya Exoplanet Dagon dari Pengamatan Hubble
Eksoplanet sendiri merupakan planet di bagian luar dari tata surya. Terdapat 519 eksoplanet yang sudah ditemukan sampai bulan Januari 2011. Dimana juga didaftarkan dalam Ensiklopedia planet-planet luar tata surya.
Sebagian banyak dapat terdeteksi lewat metode pengamatan secara langsung dengan kecepatan radial serta juga melalui metode lainnya disamping penginderaan.
Capaian dari Penemuan Eksoplanet Kepler-88 d
Sebagian besar dari eksoplanet yang ditemukan adalah planet-planet raksasa layaknya Jupiter. Dikarenakan, planet-planet kecil mempunyai keterbatasan dalam hal teknologi pendeteksian.
Planet-planet luar tata surya telah menjadi subjek peneliti ilmiah pada abad ke-19. Tak sedikit astronom yang mengira jika planet tersebut ada. Sampai sekarang, terdapat 519 planet sudah ditemukan dan termasuk juga yang sudah konfirmasi sejak tahun 1980-an.
Sistem yang pertama kali terdeteksi dan mempunyai lebih dari satu planet yaitu Upsilon Andromedae. Sekarang, ada sekitar dua puluh sistem multi-planet yang sudah ditemukan. Diantaranya yaitu empat planet yang merupakan planet pulsar yang memiliki orbit pada dua pulsar berbeda.
Pengamatan penemuan eksoplanet Kepler-88 d dengan sebuah inframerah dari lintasan tersebut menyimpulkan jika keberadaan jutaan komet di masing-masing sistem ekstrasurya.
Mengenal Planet Kepler-88 d
Planet ini adalah sebuah bintang yang mirip matahari pada rasi bintang Lyra dan mempunyai tiga planet yang telah dikonfirmasikan. Pada April 2012, ilmuwan menemukan kandidat Kepler KOI-142,01 atau lebih dikenal dengan Kepler-88 b. Dimana menunjukkan variasi waktu transis yang signifikan dikarenakan oleh planet tidak transit.
Baca juga: Penemuan Planet Kepler-1649c, Serupa dengan Bumi
Variasi waktu yang lumayan besar dapat menyebabkan sebuah perubahan di selang waktu transit pada Kepler-88 b juga. Eksoplanet yang terletak di sistem Kepler-88 biasa disebut dengan planet Kepler-88 d.
Eksoplanet tersebut tidak hanya sendirian saat mengorbit pada bintang seperti matahari. Namun, juga bersamaan dengan dua planet lain yang disebut dengan Kepler-88 b serta Kepler-88 c.
Dari pengamatan dalam penemuan eksoplanet Kepler-88 d sejak enam tahun yang lalu, memakai alat High-Resolution Enchelle Spectrometer (HIRES). Pengamatan tersebut dilakukan dengan teleskop Keck I yang diletakkan pada puncak gunung Maunakea, Hawaii.
Planet Kepler-88 d ini pun ditemukan sedang mengorbit pada bintangnya setiap empat tahun. Kepler-88 d sendiri saat ini memegang predikat sebagai planet yang paling masif. Mengalahkan rekor yang ada sebelumnya, yaitu Kepler-88 c yang mempunyai berat sekitar satu kali Jupiter.
Seperti pada IFL Science, astronom-astronom mempercayai jika berat dari planet baru tersebut memungkinkan sebuah bukti jika adanya pengaruh dari sistem pada masa lalu.
Para astronom tersebut juga mengemukakan seperti di dalam makalah yang diterbitkan pada The Astonomical Journal tentang eksentrisitas dan massa tinggi Kepler-88 d.
Dimana menunjukkan adanya kemungkinan yang merupakan komponen dinamis terpenting sejak sejarah sistem planet ini ada. Sementara penemuan eksoplanet Kepler-88 d lebih cenderung memiliki pengaruh pada sistem Kepler-88.
Planet Kepler-88 c memiliki waktu orbit dua kali lebih lama dibanding dengan Kepler-88 b. Hal ini dikarenakan pencapaiannya dinamis yang terkenal dengan sebutan resonansi gerak rata-rata.
Metode-Metode Deteksi
Kepler-88 d mengorbit pada bintangnya dan orbitnya tidak melingkar, namun berbentuk elips. Planet baru ini juga ditemukan dengan dasar enam tahun radikal velocity.
Memahami adanya kompleksitas pada sistem planet ini sehingga bisa membantu astronom agar lebih mengerti bagaimana planet-planet tersebut terbentuk. Disamping itu, dapat memberitahukan rahasia yang berlaku pada sistem tata surya.
Baca juga: Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet Berwajah Dua, Ini Penyebabnya
Sebagian banyak dari penemuan eksoplanet Kepler-88 d dan planet-planet ekstrasurya lainnya sudah ditemukan lewat beberapa metode langsung, yaitu:
Astrometri
Ini merupakan cara pengukuran pada posisi bintang di langit dengan mengamati rubahnya posisi dari waktu ke waktu.
Apabila bintang itu mempunyai planet, maka gravitasi dapat mempengaruhi planet dan menyebabkan bintang itu bergerak pada lintasan elips yang bersama dengan planet tersebut mengelilingi pusat.
Metode Doppler
Variasi pada kecepatan yang bergerak pada arah bintang yaitu variasi yang dalam kecepatan radial dikurangi dari beratnya bintang induk.
Pulsar Waktu
Pulsar waktu yaitu sebuah pulsar yang dipakai secara teratur ketika berotasi dalam pancaran gelombang radio. Penemuan eksoplanet Kepler-88 d telah memakai berbagai metode yang sudah teruji dari masa ke masa. (R10/HR-Online)