Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebar 15.500 alat tes swab dan 120.655 rapid test untuk 27 kabupaten/kota. Selain itu juga untuk instansi pemerintah, dan lembaga-lembaga pendidikan di Jabar. Hasil rapid test yang telah digelar, sebanyak 3.209 warga Jabar reaktif Covid-19.
Menurut Berli Hamdani, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, hasil rapid test tersebut ditindaklanjuti dengan swab test. Hasilnya, sebanyak 231 warga Jabar terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami terus konsisten menggelar test massif, tujuannya untuk melacak kontak yang terpapar Covid-19, mendeteksi keberadaan virus, dan memastikan status pasien Covid-19. Pengetesan ini juga membuat peta persebaran Covid-19 semakin komprehensif,” ujar Berli, Jum’at (22/5/2020).
Sementara untuk pelaksanaan tes swab diprioritaskan untuk wilayah zona merah, yakni wilayah Bodebek dan Bandung Raya.
“Kami sebar test kit PCR sebanyak 15.500 ke-10 kabupaten/kota saat awal PSBB. Kami minta kabupaten/kota habiskan test kit tersebut. Sampai hari ini sebantyak 13.312 test kit PCR sudah digunakan,” katanya.
Test massif, menurut Berli, diutamakan untuk PDP, ODP, dan tenaga kesehatan di zona merah. Selain itu test massal juga menyasar pasar tradisional yang dianggap berpotensi sebagai klaster penularan Covid-19.
Gugus Tugas Jawa Barat juga meniru Korea Selatan dalam melakukan pengetesan, yakni mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya. Ini berarti targetnya sebanyak 300.000 warga Jabar harus ditest Corona.
“Target tersebut kami kejar dengan pengadaan alat tes dari Belanja Tidak Terduga Jabar yang alokasinya didapat untuk penanganan Covid-19. Bantuan alat tes juga terus mengalir, seperti dari BNPB,” katanya.
8 Laboratorium Disiapkan Agar PCR Berjalan Optimal
Tes massif di Jabar juga disertai dengan kesiapan laboratorium. Saat ini ada 8 laboratorium selain Labkesda Jabar yang ditunjuk untuk pemeriksaan sampel swab dengan metode PCR.
Kedelapan laboratorium tersebut adalah, Lab Unpad Jatinangor, RSHS, RSUI, dan Labkesda Kota Bekasi. Selain itu juga Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, VET Subang, dan BBTKL Jakarta.
“Pemeriksaan PCR dipastikan tidak akan lagi menumpuk di Labkesda Jabar,” kata Berli.
Saat ini, kata Berli, total kapasitas spesimen mencapai 5.838 per hari, namun kemampuan pengetesan per hari hanya sekitar 2.9999 spedimen. “60 persen saja dari total kapasitas spesimen,” ungkap Berli.
Selain itu 11 laboratorium di Jabar juga disiapkan untuk tempat pengetesan metode PCR. Diantaranya LIPI, BB Vet Bogor, dan RS Cibinong, juga Citra Arafik, dan RS Hewan Cikole.
Selain itu, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, RSUD Pelabuhan Ratu, RS Waled, Al-Ihsan kerja sama dengan Unisba, Poltekes, dan RSP Kerawang juga diproyeksikan sebagai tempat pengetesan sampel swab metode PCR.
Pemprov Jabar sudah memfasilitasi untuk visitasi kelayakan dan kesiapan 11 laboratorium tersebut. Termasuk rekomendasi dari Libangkes Kemenkes.
“Termasuk menyediakan fasilitas seperti Reagensia PCR-reagensia ekstraksi-VTM-swab sticks,” ucap Berli. (Ndu/R7/HR-Online)