Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Para pedagang sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Pasar Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami penurunan omzet karena sempat dikabarkan ada penutupan pasar selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar).
Hal itu dikatakan Nana, salah seorang penjual sayur mayur, kepada awak media, Kamis (07/05/2020). Ia mengaku, saat ini omzet jualannya menurun hingga 30 persen, akibat sepinya konsumen yang pergi ke pasar.
Menurut Nana, biasanya menginjak pertengahan bulan suci Ramadhan, banyak konsumen yang berbelanja ke pasar. Tapi sekarang ini kondisi pasar masih sepi dari pembeli.
Penyebabnya, selain adanya dampak wabah pandemi, juga saat menjelang akan diberlakukannya PSBB, banyak warga yang mengatakan Pasar Banjar akan ditutup.
“Kemarin memang ada yang bilang pasar mau ditutup karena ada PSBB. Mungkin sekarang banyak warga juga yang belum tahu kalau pasar masih tetap buka, jadi mereka belum pada belanja lagi,” tuturnya.
Harga Sejumlah Komoditas Naik
Meski omzetnya menurun, lanjut Nana, bukan berarti harga komoditas juga ikut menurun. Ia menyebutkan, ada sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, seperti bawang merah dan juga telur ayam.
Untuk bawang merah, dari harga sebelumnya Rp 28 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 50 ribu, dan untuk harga telur ayam yang sebelumnya hanya Rp 20 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 22 ribu.
“Untuk komoditas yang lainnya memang ada kenaikan, tapi masih standar, tidak seperti harga pada bawang merah,” terang Nana.
Salah seorang penjual kelontongan yang ada di Pasar Kota Banjar, Santi, menambahkan, untuk kebutuhan pokok dan kelontongan yang paling banyak mengalami kenaikan yakni gula pasir.
“Naiknya mencapai 50 persen lebih, dari sebelumnya 13.000 rupiah per kilogram menjadi 18.000 rupiah per kilogramnya,” katanya.
Ditanya mengenai jadwal pembukaaan dan penutupan pasar saat pemberlakuan masa PSBB, Santi juga mengaku sudah mengetahuinya, yakni jadwal pembukaan pasar mulai dari pukul 04:00-15:00 WIB.
Dirinya berharap, pandemi virus Covid-19 ini bisa segera selesai agar aktifitas ekonomi dapat kembali normal, dan masyarakat bisa berbelanja ke pasar.
“Kalau jadwal mah sudah tahu, malah sebagian pedagang pulangnya lebih awal karena sepi. Semoga saja virusnya cepat hilang biar pasarnya ramai lagi, apalagi ini mau Lebaran,” harap Santi. (Muhlisin/R3/HR-Online)