Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Fase new normal di Jawa Barat bakal dimulai Senin, 1 Juni 2020. Ada beberapa alasan kenapa Jawa Barat mulai memasuki fase new normal.
Sejumlah aturan dalam fase new normal pada dasarnya bertujuan untuk memulihkan perekonomian. Meskipun memasuki fase new normal, namun pengendalian risiko penyebaran Covid-19 akan terus berjalan.
Berli Hamdani, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, mengatakan, berdasarkan hasil kajian epidemiologi Jabar sudah siap memasuki fase new normal.
“Angka reproduksi (Rt) penyebaran Covid-19 sudah mencapai angka 1. Ini berarti 1 orang positif Covid-19 di Jabar menularkan hanya ke 1 orang lainnya,” ujar Berli dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/5/2020) lalu.
Baca Juga: New Normal Indonesia, Kapan Diterapkan dan Bagaimana Aturannya?
Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi, penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tingat provinsi juga menunjukkan hasil positif dengan penurunan rata-rata kasus per hari.
Begitu juga dengan tingkat kematian di Jabar akibat Covid-19 menurun. Dari semula 7 jiwa meninggal per hari menjadi 3 jiwa per hari.
Sebaliknya tingkat kesembuhan mencapai dua kali lipat dan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga berkurang setiap harinya.
New Normal di Jawa Barat Berdasarkan Level Kewaspadaan
Berli juga mengatakan fase new normal setiap daerah di Jabar akan ditentukan penerapannya berdasarkan level kewaspadaan.
Hasil evaluasi PSBB di Jawa Barat, 3 daerah dikategorikan zona merah dan berada di level 4. Lalu 19 daerah lainnya berada di level 3 atau zona kuning. Terakhir, 5 daerah berada di zona biru atau level 2.
Karena itu, Pemprov Jabar akan memastikan Jawa Barat siap memasuki fase new normal. Karena itu, tim Gugus Tugas mulai menyusun panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Mulai dari lembaga pendidikan, industri, perniagaan, perkantoran, sampai tatanan normal baru di rumah ibadah.
Protokol kesehatan pun akan lebih ketat. Misalnya, Berli menyebutkan, mall nantinya wajib membatasi pengunjung yang masuk.
Selain kewajiban untuk menyediakan alat kebersihan bagi pekerja dan pengunjung. Mall juga diwajibkan memasang pembatas berupa tabir kaca untuk para pekerja yang melayani pengunjung mall.
“Kita harus mulai menyusun protokol kesehatan untuk setiap kegiatan masyarakat, misalnya protokol kesehatan di lingkungan industri, perkantoran, sekolah, dan lembaga-lembaga lainnya,” katanya.
Berli menegaskan meskipun memasuki fase new normal, namun Pemprov Jabar tetap fokus pada usaha meminimalisir risiko penularan Covid-19.
Pengetesan Covid-19 dengan swab test dan rapid test akan terus dilanjutkan dengan intens. Begitupun dengan proses tracing penyebaran Covid-19.
“Kewaspadaan tetap dikedepankan, salah satunya dengan meningkatkan pengetesan secara rapid maupun swab,” kata Berli.
Fase new normal di Jawa Barat, petugas kesehatan akan berkeliling untuk melakukan rapid test maupun swab test di lokasi-lokasi tempat berkerumunnya warga.
Untuk menunjang tes massif tersebut, sejumlah laboratorium juga disiapkan secara maksimal. Selain Labkesda Jabar, pemeriksaan swab juga akan dilakukan di 8 laboratorium yang sudah ditunjuk Pemprov Jabar.
Berli juga meminta masyarakat disiplin dalam menjaga jarak dan senantiasa menggunakan masker. Kedisiplinan warga Jabar, disebut Berli berperan penting dalam upaya menghentikan rantai penularan Covid-19.
“Kenormalan baru ini akan menjadi budaya positif dalam kesehatan masyarakat, disiplin masyarakat dalam menggunakan masker dan jaga jarak berperan penting dalam memutus penularan Covid-19,” tandasnya. (R7/HR-Online)