Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Meski pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jumlah pemudik yang pulang kampung ke kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus bertambah.
Hingga pertengahan bulan puasa ini, tercatat 693 orang pemudik yang tersebar di 10 kecamatan go kabupaten Pangandaran. Para pemudik statusnya kini menjadi orang dalam pemantauan (ODP).
Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena mengakui masih banyaknya pemudik yang pulang kampung ke Pangandaran.
“Mereka yang mudik ke Pangandaran, melontarkan berbagai alasan kenapa mudik. Tapi kebanyakan alasannya masuk akal juga, sehingga kita perbolehkan pulang,” ujarnya, Sabtu (8/5/2020).
Namun, bagi siapa saja pemudik yang pulang dari luar Kota terutama zona merah, harus mengikuti isolasi mandiri selama 14 hari di tempat yang sudah disediakan di Desanya masing-masing.
“Isolasi mandiri ini berlaku bagi semua warga kabupaten Pangandaran yang mudik atau pulang kampung,” tegas Nana.
Nana menyebut, Kecamatan Padaherang merupakan kecamatan yang paling banyak mengisolasikan warganya. Dari 14 Desa yang ada di Kecamatan Padaherang, sebanyak 169 warganya menjalani karantina.
“Alhamdulillah hingga saat ini, ODP yang menjalani karantina mandiri semuanya sehat-sehat,” ungkapnya.
Pihaknya pun memprediksi para pemudik akan kembali bertambah menjelang lebaran nanti.
Dihubungi terpisah, Kepala Puskesmas Padaherang, Suryati mengatakan, setiap harinya, tim medis dari Puskesmas Padaherang, selalu turun ke lapangan untuk memeriksa para pemudik atau ODP.
Mereka di tes suhu tubuhnya terlebih dahulu, apalagi pemudiknya dari zona merah, selain itu para pemudik juga d konfirmasi saat berada di kota pernah kontak fisik tidak dengan yang positif covid-19.
“Kami teliti sampai seperti itu, ini dilakukan agar kita benar-benar maksimal dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.
Pihaknya bersyukur, semua ODP yang menjalani karantina mandiri di kecamatan Padaherang dalam keadaan sehat. (Entang/R8/HR Online)