Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seminggu jelang lebaran, jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Kecamatan Langkaplacar, Kabupaten Pangandaran semakin meningkat.
Hal itu diakui oleh Camat Langkaplancar, Deni Ramdani. Menurutnya, meski saat ini penerapan PSBB masih berlaku di wilayah Jawa Barat, namun sampai hari ini, Senin (18/5/2020), lonjakan pemudik justru meningkat.
“Tercatat per hari ini jumlah pemudik ada 107 orang yang masuk ke wilayah Langkaplancar. Dan langsung melakukan karantina di tempat yang sudah disediakan di desa masing-masing,” jelasnya kepada HR Online, Senin (18/05/2020).
Deni mengatakan, para pemudik yang baru pulang semuanya dengan sukarela melakukan isolasi di gedung sekolah, yang sudah disediakan oleh pemerintah desa masing-masing.
“Mereka akan melaksanakan isolasi sesuai anjuran pemerintah, yaitu selama 14 hari sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing,” katanya.
Menurut Deni, 107 pemudik yang tersebar di 14 desa di wilayah Langkaplancar itu, otomatis berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
“Hanya Desa Pangkalan saja yang saat ini tidak terdapat pemudik baru atau ODP,” ucapnya.
Deni memaparkan, dari jumlah pemudik di wilayahnya yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri terbanyak adalah di Desa Bungurraya sebanyak 14 orang. Desa Langkaplancar dan Desa Cimanggu masing-masing 12 orang.
Kemudian Desa Bangunjaya 11 orang, Desa Bojongkondang 3 orang, Desa Jayasari 2 orang, Desa Karangkamiri 6 orang, Desa Bojong 9 orang.
Selanjutnya Desa Jadikarya 11 orang, Desa Bangunkarya 3 orang, Desa Sukamulya 4 orang. Lalu Desa Jadimulya 3 orang, Desa Mekarwangi 8 orang dan Desa Cisarua 9 orang. (Enceng/R5/HR-Online)