Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sebanyak 79 jemaah masjid di Pangandaran, tepatnya masjid Jami Al Isti’anah, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran menjalani rapid test. Hal itu menyusul imam masjid yang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test massal sebelumnya.
Kepala UPTD Puskesmas Cigugur, Nana Sutisna, mengatakan, Tim Gugus Tugas Kabupaten Pangandaran melakukan rapid test secara massal, Jum’at, 15 Mei 2020.
“Hasilnya 3 warga Pangandaran reaktif Covid-19. Dua di antaranya merupakan warga Kecamatan Cigugur, dan salah satunya juga adalah imam masjid Al Isti’anah, Desa Cimindi,” kata Nana, Sabtu (16/5/2020).
Sebagai langkah antisipasi dalam memutus rantai penularan virus Corona, maka tim medis melakukan rapid test kepada seluruh jemaah masjid di Pangandaran tersebut.
“Sebanyak 79 jemaah masjid Al Isti’anah dengan cepat kita lakukan rapid test, dan alhamdulilah hasilnya semua negatif,” jelasnya.
Menurutnya, tim medis menyediakan 80 alat rapid test, sementara jemaah yang ditest berjumlah 79 orang.
“Namun karena ada yang dilakukan tes dua kali, jadi semua alat terpakai,” katanya.
Rapid test dilakukan dua kali kepada salah satu jemaah, lantaran hasil tes pertama masih samar-samar.
“Setelah dilakukan tes yang kedua, alhamdulilah kelihatan jelas dan sama seperti hasil tes jamaah yang lain, rapid test-nya negatif,” paparnya.
Meski hasil rapid test sebelumnya ada yang menunjukkan reaktif Covid-19, namun Nana meminta masyarakat untuk tidak panik.
“Meski hasil rapid test sebelumnya ada yang reaktif, saya meminta kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak usah panik, budayakan hidup sehat dan jaga pola makan,” katanya.
Perlu diketahui rapid test hanya mendeteksi antibodi pada tubuh seseorang, bukan mendeteksi keberadaan virusnya. Sehingga untuk kasus terkonfirmasi positif Corona, maka diperlukan swab test. Jika swab test menunjukkan hasil positif, maka baru dikatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Corona.
Rapid test memiliki tingkat akurasi 60 sampai 75 persen, rapid test dilakukan untuk mendeteksi secara dini kasus Covid-19. Jika seseorang rapid testnya menunjukkan hasil positif maka harus dikonfirmasi dengan swab test yang memiliki tingkat akurasi sampai 95 persen.
Lebih lanjut Nana mengatakan, persoalan Covid-19 merupakan masalah bersama, untuk itu dirinya mengajak masyarkat melakukan upaya untuk memutus penularan Covid-19.
“Mari kita sama-sama putus rantai penyebarannya dengan mengikuti anjuran yang diatur pemerintah. Di rumah saja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan tetap gunakan masker jika terpaksa harus pergi keluar rumah,” imbuhnya. (Ceng/R7/HR-Online)