Minggu, April 6, 2025
BerandaArtikelHydroxychloroquine Gagal untuk Obat Virus Corona, Kata Hasil Riset Terbaru

Hydroxychloroquine Gagal untuk Obat Virus Corona, Kata Hasil Riset Terbaru

Penggunaan Hydroxychloroquine untuk obat virus Corona memperlihatkan hasil yang tidak mendukung, demikian hasil uji klinis terbaru melaporkan. Bahkan pasien virus Corona yang mendapat obat ini kondisinya lebih buruk.

Hydroxychloroquine yang populer dengan sebutan Chloroquine atau Klorokuin bukanlah obat hasil penelitian baru. Namun obat anti inflamasi untuk penyakit malaria ini digadang-gadang bisa menjadi solusi darurat dalam penanganan pasien Covid-19.

Pemerintah Indonesia juga telah memesan dan membagikan Klorokuin melalui perusahaan farmasi PT Dexa Medica yang memproduksinya. Klorokuin untuk obat virus corona dipilih karena beberapa negara juga menggunakannya.

Sebelumnya juga dilaporkan hasil uji klinis terhdap adalah lopinavir atau ritonavir (LPV / r) dan Arbidol untuk obat Covid-19 juga gagal. Hasil riset ini dilaporkan dalam jurnal medis Med terbitan Cell Press.

Hasil Uji Klinis Hydroxychloroquine sebagai Obat Virus Corona

Sebuah penelitian dengan melakukan uji klinis acak dilakukan sejumlah ahli Tiongkok. Laporan hasil riset ini telah diterbitkan 14 Mei 2020 juga menemukan sejumlah efek samping penggunaan obat ini.

Dalam riset itu, seperti dikutip dari Scitech Daily, hydroxychloroquine diberikan pada pasien dengan Covid-19 yang mengalami persisten ringan hingga sedang. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan perawatan standar Covid-19.

Hasilnya, pemberian klorokuin sebagai obat virus Corona ternyata tidak mampu membersihkan virus dengan lebih cepat dibandingkan pasien yang menerima perawatan standar. Bahkan kondisi pasien dengan klorokuin semakin memburuk.

Bahkan para peneliti juga mengungkapkan adanya efek samping yang lebih tinggi pada pasien yang menerima chloroquine. Karena itulah riset tidak mendukung penggunaan secara rutin obat hydroxychloroquine untuk pasien Covid-19.

Sebagai obat anti inflamasi, hydroxychloroquine diakui efektif untuk meredakan rasa sakit, peradangan, pembengkakan, dan telah terbukti mampu mengobati penyakit rematik dan malaria.

Meskipun tes laboratorium memperlihatkan hasil yang menjanjikan dari hydroxychloroquine. Namun sejumlah uji coba maupun bukti pengamatan di kalangan ahli juga sempat mempertanyakan efektivitas chloroquine sebagai obat virus Corona.

Penelitian lain yang dilakukan para ahli di Perancis yang diterbitkan The BMJ pada 14 Mei 2020 juga menemukan tidak efektifnya obat anti inflamasi hydroxychloroquine dalam mengobati pasien Covid-19.

Penggunaan obat chloroquine juga tidak mampu mencegah atau menurunkan risiko kematian akibat Covid-19. Bahkan obat ini tidak memperlihatkan hasil yang signifikan dalam penggunaan untuk perawatan intensif pasien Corona.

Para peneliti Perancis itu juga menilai efektivitas dan keamanan hydroxychloroquine sebagi obat virus Corona tidak lebih baik dibandingkan dengan menggunakan perawatan standar pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Dalam risetnya, peneliti melibatkan 181 pasien dimana 84 pasien menerima hydroxychloroquine selama 48 jam setelah masuk rumah sakit dan 97 pasien sebagai kelompok kontrol tidak mendapatkan chloroquine.

Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan signifikan dari kedua kelompok itu. Baik untuk perawatan intensif, tingkat kematian dalam 7 hari, maupun sindrom gangguan pernapasan akut yang terjadi dalam 10 hari.

Hydroxychloroquine Tidak Direkomendasikan untuk Obat Virus Corona

Para peneliti mengakui perlunya riset yang lebih mendalam untuk membuktikan hasil riset mereka. Namun para peneliti tidak merekomendasikan penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat untuk pasien Covid-19 persisten ringan hingga sedang.

Meski demikian dikabarkan sejumlah negara masih tetap menggunakan obat hydroxychloroquine hingga ditemukannya obat Covid-19 yang benar-benar aman dan efektif.

Cina misalnya telah memasukkan obat hydroxychloroquine dalam pedoman untuk penanganan darurat penyakit Covid-19. Begitu juga Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika atau FDA yang mengizinkan penggunaan darurat hydroxychloroquine sebagai obat virus Corona. (R9/HR Online)

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...
Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menorehkan hasil memuaskan setelah kalahkan Korea Selatan (Korsel) di Piala Asia U17 2025. Pertandingan yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah,...
Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Tak banyak yang tahu bahwa sejarah Tebing Breksi Jogja menyimpan kisah menarik tentang transformasi luar biasa dari sebuah tambang menjadi destinasi wisata unggulan. Tak...
Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2025) sekitar...
Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, objek wisata air dan kolam renang yang berada di kampung Sukamanah, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini menjadi destinasi...