Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah satu orang karyawan Toserba Yogya Kota Banjar dinyatakan reaktif Covid-19, muncul kabar 30 orang karyawannya positif Corona.
Namun kabar itu tidaklah benar, karena belum ada karyawan Yogya Kota Banjar yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya 1 orang karyawan saja yang reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test. Sementara hasil swab test dari karyawan tersebut belum keluar.
Namun, sebanyak 30 orang karyawan Yogya Kota Banjar yang berinteraksi dengan karyawan reaktif Covid-19 tersebut akan diisolasi dan dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Salah seorang tim medis dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar, dr Sari Wiharso, mengatakan, saat ini baru 15 orang karyawan yang dijemput tim medis. Karena 15 orang lainnya tidak masuk kerja.
“(Karyawan Yogya) dijemput langsung dirujuk ke RS Asih Husada untuk isolasi dan swab,” katanya saat dikonfirmasi HR Online, Selasa (19/5/2020).
Menurut dr Sari, karyawan yang reaktif statusnya masih PDP ringan. Saat dites rapid, yang bersangkutan reaktif IgG.
“IgG itu menandakan dia pernah terinfeksi virus tertentu, tapi apakah virusnya virus Corona masih perlu ditest swab untuk mengofirmasinya,” katanya.
Sementara itu, dr Ika Lina Liandari, direktur RSUD Kota Banjar, mengatakan, ke-15 karyawan Yogya Kota Banjar diambil sampel swabnya malam ini.
“Besok sudah harus dikirimkan. Labkesda terakhir menerima swab, sehingga pagi-pagi harus bisa dikirimkan ke Bandung,” ujarnya.
Ke-15 karyawan Yogya tersebut masih menunggu screening dari dokter paru untuk kemudian dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Karyawan yang hasilnya reaktif itu dirawat di RS Asih Husada. Rapidnya reaktif IgG. Artinya tubuh sudah membentuk anti bodi dan dalam proses penyembuhan. Bisa jadi nantinya hasil swabnya negatif karena sudah dalam fase proteksi imun dengan pembentukan IgG,” jelasnya.
Berbeda jika hasil pemeriksaan antibody lewat rapid test reaktif IgM, itu menandakan virusnya masih aktif.
“Saat ini survailance tracing (penelusuran) mencari sebelum 14 hari sebelumnya, pasien tersebut kontak dengan siapa saja. Karena dikhawatirkan yang terkontak baru akan timbul gejala sekarang,” ungkapnya. (SBH/R7/HR-Online)