Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita BanjarHoaks 30 Karyawan Yogya Kota Banjar Positif Corona, Begini Faktanya

Hoaks 30 Karyawan Yogya Kota Banjar Positif Corona, Begini Faktanya

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah satu orang karyawan Toserba Yogya Kota Banjar dinyatakan reaktif Covid-19, muncul kabar 30 orang karyawannya positif Corona.

Namun kabar itu tidaklah benar, karena belum ada karyawan Yogya Kota Banjar yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya 1 orang karyawan saja yang reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test. Sementara hasil swab test dari karyawan tersebut belum keluar.

Namun, sebanyak 30 orang karyawan Yogya Kota Banjar yang berinteraksi dengan karyawan reaktif Covid-19 tersebut akan diisolasi dan dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Salah seorang tim medis dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar, dr Sari Wiharso, mengatakan, saat ini baru 15 orang karyawan yang dijemput tim medis. Karena 15 orang lainnya tidak masuk kerja.

“(Karyawan Yogya) dijemput langsung dirujuk ke RS Asih Husada untuk isolasi dan swab,” katanya saat dikonfirmasi HR Online, Selasa (19/5/2020).

Menurut dr Sari, karyawan yang reaktif statusnya masih PDP ringan. Saat dites rapid, yang bersangkutan reaktif IgG.

“IgG itu menandakan dia pernah terinfeksi virus tertentu, tapi apakah virusnya virus Corona masih perlu ditest swab untuk mengofirmasinya,” katanya.

Sementara itu, dr Ika Lina Liandari, direktur RSUD Kota Banjar, mengatakan, ke-15 karyawan Yogya Kota Banjar diambil sampel swabnya malam ini.

“Besok sudah harus dikirimkan. Labkesda terakhir menerima swab, sehingga pagi-pagi harus bisa dikirimkan ke Bandung,” ujarnya.

Ke-15 karyawan Yogya tersebut masih menunggu screening dari dokter paru untuk kemudian dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Karyawan yang hasilnya reaktif itu dirawat di RS Asih Husada. Rapidnya reaktif IgG. Artinya tubuh sudah membentuk anti bodi dan dalam proses penyembuhan. Bisa jadi nantinya hasil swabnya negatif karena sudah dalam fase proteksi imun dengan pembentukan IgG,” jelasnya.

Berbeda jika hasil pemeriksaan antibody lewat rapid test reaktif IgM, itu menandakan virusnya masih aktif.

“Saat ini survailance tracing (penelusuran) mencari sebelum 14 hari sebelumnya, pasien tersebut kontak dengan siapa saja. Karena dikhawatirkan yang terkontak baru akan timbul gejala sekarang,” ungkapnya. (SBH/R7/HR-Online)

Cara Baca Chat WA Tanpa Buka Aplikasi, Anti Ketahuan Online

Cara Baca Chat WA Tanpa Buka Aplikasi, Anti Ketahuan Online

Trik baca chat WA tanpa buka aplikasi mungkin sedang Anda butuhkan saat ini. Membaca pesan WhatsApp (WA) tanpa membuka aplikasi bisa menjadi trik yang...
Perbedaan Mesin CRF dan Verza, Serupa Tapi Tak Sama

Perbedaan Mesin CRF dan Verza, Serupa Tapi Tak Sama

Perbedaan mesin CRF dan Verza memang menarik untuk kita ulas. Serupa tapi tak sama, itulah gambaran tentang mesin Honda CRF150L dan CB150 Verza. Dari...
Cara Merekam Video Call Telegram Mudah dan Praktis

Cara Merekam Video Call Telegram Mudah dan Praktis

Pada dasarnya, aplikasi Telegram tidak memiliki fitur perekam layar video call. Kendati demikian, pengguna tidak perlu khawatir karena cara merekam video call Telegram tetap...
Doa Agar Mudah Menghafal dan Memperkuat Ingatan

Doa Agar Mudah Menghafal dan Memperkuat Ingatan

Doa agar mudah menghafal bisa diamalkan oleh setiap umat muslim. Ada kalanya hafalan terasa sulit dilakukan. Apalagi jika tidak berlandaskan niat sungguh-sungguh dan semangat...
Cara Mengaktifkan Notifikasi Prioritas Apple Intelligence di iPhone

Cara Mengaktifkan Notifikasi Prioritas Apple Intelligence di iPhone

Notifikasi Prioritas Apple Intelligence jadi salah satu inovasi terbaru di iPhone. Sebagaimana yang kita tahu, iPhone termasuk ponsel berkelas dan tak pernah berhenti berinovasi....
Cara Pasang PP Guard Facebook, Jaga Keamanan Foto Profil

Cara Pasang PP Guard Facebook, Jaga Keamanan Foto Profil

Cara pasang PP Guard Facebook mungkin sedang Anda butuhkan saat ini. Facebook adalah salah satu media sosial terbesar di dunia, namun sayangnya, foto profil...