Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan rekomendasi Pemprov Jabar untuk menyelenggarakan salat idulfitri di rumah masing-masing.
“Salat Idulfitri tidak dilaksakan di kerumunan, atau tempat umum. Ini mengacu level kewaspadaan di 27 kabupaten/kota di Jabar,” ujar Emil pada konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/5/2020).
Hal tersebut berdasarkan hasil kajian ilmiah setelah PSBB Jawa Barat berakhir hari ini, Selasa (19/5/2020). Rencananya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di tingkat Jabar akan dilanjutkan. Lanjutan PSBB Jabar dilakukan secara proporsional tergantung dari kondisi daerah.
“PSBB Provinsi akan dilakukan secara proporsional, di mana daerah yang masih zona merah, PSBB akan dilanjutkan,” katanya.
Penurunan Jumlah Kasus Covid-19 di Jabar
Emil juga mengklaim PSBB Jabar berhasil menekan penurunan jumlah kasus terkonfirmasi poitif COvid-19 sampai 50 persen. Begitupun dengan jumlah pasien di rumah menurun sampai 50 persen.
Bahkan, menurut Emil, hanya 30 persen saja dari total kapasitas kasur di Jabar yang digunakan untuk merawat pasien kasus Covid-19.
Sementara sampai Senin, 18 mei 2020, di Jawa Barat tercatat ada 1.652 kasus positif. Kasus sembuh 320 orang, dan meninggal dunia sebanyak 110 orang.
“Semua angka kasus Covid-19 membaik secara siginifikan. Biasanya jumlah kasus di kita itu selalu jadi nomor dua setelah DKI, namun sudah seminggu ini, kita tidak lagi jadi nomor dua,” tuturnya.
Begitu juga dengan persentase jumlah kasus di Jawa Barat kini menempati rangking 23 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.
“Bagi provinsi yang penduduknya terbesar se-Indonesia, ada di urutan 23 itu sebuah keberhasilan dari Tim Gugus Tugas dalam menekan Covid-19,” katanya.
Emil juga mengapresiasi dokter dan tenaga kesehatan yang telah bekerja keras sehingga tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Jabar naik dua kali lipat.
Namun, Emil tetap meminta Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi untuk memberlakukan Siaga 1. Terutama menjelang lebaran 2020. Apalagi terdapat peningkatan lalu lintas dari semula 20 persen menjadi 30 persen, bahkan mendekati angka 30 persen. Peningkatan lalu lintas di Jabar tersebut terjadi dalam tiga hari terakhir.
“Potensi lalu lintas akan naik dalam satu dua hari ini. Orang berbelanja menjelang lebaran di berbagai tempat. Jangan sampai keberhasilan PSBB Jabar terganggu karena aktivitas warga meningkat jelang Lebaran,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)