Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita NasionalCukupkah BLT Penuhi Biaya Hidup di Masa Pandemi Covid-19?

Cukupkah BLT Penuhi Biaya Hidup di Masa Pandemi Covid-19?

Berita Nasional, (harapanrakyat.com).- Di tengah pandemi Covid-19, dana Bantuan Langsung Tunai atau BLT dari pemerintah, yakni sebesar Rp. 600 ribu, diperkirakan tidak akan mencukupi biaya kebutuhan hidup masyarakat Indonesia.

Di beberapa provinsi, besaran BLT Rp. 600 ribu tersebut bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan setiap individu dalam satu bulan.

Sejumlah kebijakan sudah dibuat pemerintah sebagai stimulus untuk membantu menopang perekonomian. Termasuk untuk meringankan beban masyarakat akibat Pandemi Covid-19.

Pemerintah pusat melalui Kemensos (Kementerian Sosial) juga berusaha sudah mendistribusikan bantuan sembako kepada 1,2 juta masyarakat miskin di wilayah DKI Jakarta.

Bantuan sembako tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp. 300 ribu dan akan diserahkan dua kali dalam sebulan.

Sementara untuk warga di luar Jabodetabek, pemerintah pusat melalui Kemendes PDTT memberikan dana BLT senilai Rp. 600 ribu perkeluarga setiap bulannya selama 3 bulan.

Anggaran untuk bantuan tersebut dialokasikan dari anggaran Dana Desa yang awalnya diproyeksikan untuk infrastruktur. Dana tersebut untuk sementara dialihkan untuk membantu masyarakat.

BLT Rp. 600 dan Rata-Rata Biaya Hidup

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa total biaya kebutuhan hidup masyarakat Indonesia perkapita atau perkepala rata-rata Rp. 1,3 jutaan perbulan.

Detailnya, Rp. 620 ribuan untuk kebutuhan makanan dan sisanya Rp. 729 ribuan untuk kebutuhan non-makanan.

Berdasarkan angka tersebut, Lifepal menilai BLT sebesar Rp. 600 ribu perbulan perkeluarga dari pemerintah belum mencukupi keseluruhan biaya hidup masyarakat yang terkena dampak.

Bahkan, angka tersebut belum melebihi kebutuhan biaya makan perindividu setiap bulannya. Apalagi kalau jumlah anggota keluarga banyak, pasti biaya yang diperlukan lebih besar.

Padahal di tahun 2020, biaya hidup tentunya cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan biaya hidup di tahun 2018.

Biaya Hidup di Setiap Provinsi Berbeda

Jika dilihat dari setiap provinsi, BLT Rp. 600 ribu masih belum mampu memenuhi kebutuhan makan perorang di 20 provinsi.

Di DKI Jakarta, biaya makan untuk perbulan perorang sekitar Rp. 847 ribuan. Di Kepulauan Riau, biaya makan mencapai Rp. 774 ribuan.

Kemudian Di Bangka Belitung, biaya kebutuhan makan mencapai Rp. 757 ribuan. Di Papua, biaya makan mencapai Rp. 749 ribuan. Dan di Kalimantan Timur, biaya makan mencapai Rp. 741 ribuan.

Jadi bisa disimpulkan, berdasarkan data biaya hidup perkapita dari BPS tahun 2018, BLT senilai Rp. 600 ribu tidak akan cukup untuk memenuhi total biaya hidup bulanan di wilayah tersebut.

Namun untuk warga Jateng dan NTT, BLT Rp 600 ribu cukup untuk kebutuhan makan perindividu.

Data BPS menunjukkan, ada pula provinsi-provinsi yang biaya hidup makan perbulan perorangnya masih di bawah nominal BLT Rp. 600 ribu.

Bagi warga Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur, Rp. 600 ribu sudah mampu memenuhi biaya kebutuhan akan makanan perkepala perbulan.

Biaya untuk kebutuhan makanan perkepala selama satu bulan di Jawa Tengah sekitar Rp. 490 ribuan. Di Gorontalo, Rp. 500 ribuan. Di Sulawesi Barat,sekitar Rp. 505 ribuan.

Sulawesi Tenggara, Rp. 534 ribuan. Dan di Nusa Tenggara Timur, Rp. 540 ribuan, masih di bawah besaran BLT.

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Tentunya, dana BLT dari pemerintah ini diharapkan bisa membantu meringankan beban. Dan bukan untuk memfasilitasi keseluruhan biaya hidup masyarakat.

Masyarakat juga diminta menjalankan langkah-langkah cerdas agar tetap dapat memenuhi kebutuhan inti selama pandemi COVID-19.

Salah satu caranya yakni dengan menghemat pengeluaran. Misalnya, tidak membeli barang-barang yang bukan prioritas.

Memanfaatkan tabungan jika ada. Dan jika tidak ada, bisa menggadaikan aset-aset berharga. (Deni/R4/HR-Online)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...