Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta semua Kepala Daerah untuk kembali melakukan tes massif covid-19 melihat tingginya mobilitas warga menjelang Idul Fitri kemarin.
Menurut Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani, sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19, pengetesan dengan metode PCR atau tes swab akan dilakukan secara intens.
Pengecekan tersebut guna melihat peta persebaran corona secara komprehensif, melacak kontak yang terpapar, deteksi virus serta memastikan status pasien.
“Guna mengantisipasi gelombang kedua, kami membuat kebijakan untuk tes swab yang mana tingkat akurasinya lebih baik dan lebih spesifik. Sebanyak 15.000 lebih alat tes swab sudah kami distribusikan ke semua daerah,” kata Berli, Selasa (26/5/2020).
Meski alat tes jumlahnya yang disalurkan belum sesuai dengan permintaan karena keterbatasan persediaan, namun akan terus berupaya mendistribusikan alat tersebut.
Terakhir, kata Berli, pihaknya menerima sebanyak 30.000 alat tes swab dan sudah didistribusikan. Sementara alat rapid test sudah lebih dari 120.000 yang disalurkan.
Dari hasil pendistribusian dan pengetesan di berbagai daerah tersebut, per Kamis (21/5/2020) sebanyak 3.209 warga Jabar dinyatakan terindikasi reaktif covid-19. Dari jumlah tersebut, setelah dites swab sebanyak 231 orang dinyatakan positif corona.
Dalam tes massif ini, kata Berli, Jabar mencontoh metode yang dilakukan Korea Selatan yang mana telah mengetes sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk. Jika di Jabar sebanyak 300.000 warga Jawa Barat.
Supaya dapat mengejar target tes massal tersebut, pihaknya mengadakan alat tes ini dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang mana dialokasikan untuk penanggulangan virus corona. Semetar itu, bantuan alat juga terus berdatangan, seperti dari BNPB.
Agar pengetesan secara massif ini berjalan optimal, Berli menyebut penguatan terhadap kesiapan laboratorium sangat penting. Selain adanya Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar, ada juga 8 laboratorium lain yang ditunjuk Pemprov Jabar, seperti Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, Unpad Jatinangor, IPD, VET Subang, BBTKL Jakarta, RSHS dan RSUI.
“Kapasitas pengetesan di laboratorium ini mencapai 5.838 spesimen per harinya. Namun kemampuannya hanya di angka 2.999 atau 60 persen dari kapasitasnya. Untuk meningkatkan kapasitasnya, sebanyak 11 laboratorium yang tersebar di Jabar disiapkan guna mengetes dengan metode PCR ini,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)