Berita Jabar, (harapanrakyat.com),– Bupati/Walikota se-Jabar diminta rajin turun ke lapangan saat PSBB diberlakukan. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat diberlakukan sejak 6 sampai 19 Mei 2020.
“Jabar akan menjadi provinsi yang memberlakukan PSBB secara luas di Indonesia dan sangat kompleks. Karena itu kekompakan dan proaktif dari bupati/walikota menjadi kunci penting. Saya do’akan sehat dan rajin-rajinlan ke palangan,” kata Ridwan Kamil, Gubernur Jabar saat memberi arahan melalui telekonferensi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (5/5/2020).
Emil juga meminta pembatasan dilakukan secara maksimal di level kampung, perumahan, sampai RW agar tidak keluar ke jalan.
“Mau apapun namanya, yang penting warga tidak sampai bocor ke jalan dengan pembatasan di level lingkungan,” kata Emil.
Menurut Emil, hal itu dilakukan karena standar keberhasilan PSBB menurut PSBB jika pergerakan massa bisa dibatasi sampai 70 persen dan hanya 30 persen saja warga yang beraktifitas.
Jika ada warga yang masih harus beraktifitas di luar maka harus berbekal surat keterangan dari instansi yang akan dijadikan sebagai pertimbangan saat dirazia kepolisian.
“Mereka yang 30 persen ini yang masih melakukan kegiatan harus memiliki surat keterangan kerja, nantinya kalau dirazia polisi, surat itu bisa jadi dasar,” ungkap Emil.
Emil juga mempersilakan polisi menindak tegas pelanggar aturan PSBB untuuk efek jera. Begitupun perusahaan atau pabrik yang masih beroperasi diwajibkan melakukan tes mandiri.
“Pabrik-pabrik yang masih buka harus melakukan tes mandiri,” kata Emil.
Saat ini tes Covid-19 dari semula melakukan tes masif dengan RDT (Rapid Diagnostic Test) menjadi swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Ini dilakukan agar hasil tes lebih akurat. Dalam hal ini, Pemprov Jabar telah menyiapkan alat meskipun masih terbatas.
Per hari ini, menurut Emil, Pemprov Jabar telah mempunyai 20 ribu tes kit PCR. Nantinya tes kit tersebut dibagikan ke kabupaten/kota sebanyak 500 sampai 1000 tes kit.
“Sambil terus berjalan, kita akan menambah alat PCR, nanti akan dibagikan lagi kalau alatnya sudah ada,” katanya. (Ndu/R7/HR-Online)