Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus positif Corona Ciamis, Jawa Barat bertambah lagi. Per hari ini, Kamis (7/5/2020) jumlahnya menjadi 5 kasus positif Covid-19. Kasus terakhir terpapar karena transmisi lokal atau tertular dari kasus positif yang sudah ada.
Kasus terbaru konfirmasi positif merupakan seorang laki-laki yang masih berhubungan dengan kasus positif 02.
“Total kasus konfirmasi Ciamis berdasarkan tes PCR totalnya per hari ini menjadi 5 orang. Dimana 2 orang sembuh, dan 3 orang masih menjalani isolasi mandiri,” ujar dr Bayu Yudiawan, juru bicara Covid-19 Center Ciamis, Kamis (7/5/2020).
Bayu kemudian merinci kelima kasus positif Corona di Ciamis. Dia menyebut kasus positif 01, Nyoya A, usia 72 tahun, memiliki penyakit komorbid (penyerta) stroke.
“Kasus positif 01 sudah dinyatakan sembuh dari konfirmasi PCR hasilnya negatif berturut-turut, berasal dari Pamarican,” jelasnya.
Selanjutnya, kasus konfirmasi 02 dengan tes PCR, yakni nyonya H, usia 54 tahun dari kecamatan Pamarincan juga.
“Nyonya H, terpapar dari klaster seminar MTR dan sudah dinyatakan sembuh dengan konfirmasi PCR dua kali negatif berturut-turut,” katanya.
Selepas kasus konfirmasi 01, ditemukan lagi kasus konfirmasi 03, tuan A, usia 46 tahun, dari Kecamatan Banjarsari. “Sampai swab ke-4 masih positif,” ungkapnya.
Kasus konfirmasi positif Corona Ciamis 04, adalah Nona R usia 16 tahun. Hasil tes PCR dua kali menunjukkan hasil positif.
“Terakhir PCR ketiga hasilnya negatif, namun masih belum dikatakan sembuh, karena untuk konfirmasi sembuh hasil PCR harus negatif dua kali berturut-turut,” terang Bayu.
Kasus konfirmasi positif Covid-19 tambahan, yakni kasus 05, merupakan suami dari kasus konfirmasi nomor 02 yang sudah dinyatakan sembuh.
“Pada proses pemeriksaan awal, memberikan hasil rapid positif, PCR negatif, namun baru kemarin menunjukkan hasil positif. Kemungkinan karena specimen swab invalid, atau swabnya belum bereaksi sempurna karena masih masa inkubasi,” kata Bayu.
Kasus positif 05 berdasarkan hasil PCR terakhir konfirmasi positif, yakni Tuan A, usia 57 tahun. Menurut Bayu, kasus positif 05 berasal dari klaster seminar MTR (Masyarakat Tanpa Riba).
Namun, saat pemeriksaan awal, hasil PCR-nya negatif, sementara istrinya positif. Baru hari ini, tuan A terkonfirmasi positif. Pihaknya masih menelusuri kemungkinan terpapar saat istrinya menjalani isolasi mandiri.
“Tuan A tinggal satu rumah dengan istrinya Nyonya H yang sedang melaksanakan isolasi mandiri saat itu. Satu rumah, tapi rumahnya besar. Penambahan kasus akibat transmisi lokal,” katanya.
Nyonya H, menurut Bayu, menjalani protokol isolasi mandiri dengan baik. Meskipun begitu, masih ada kemungkinan lengah saat menjalankan protokol kesehatan isolasi mandiri di rumahnya.
“Kami masih menyempurnakan protokol isolasi mandiri, karena dari kasus sebelumnya kemungkinan ada proses yang terlewat. Kasus 02 menjalani isolasi mandiri dengan baik. Sebelumnya juga Tuan A menunjukkan reaksi negative PCR,” katanya.
Menurut Bayu hampir semua kasus positif Corona di Ciamis dikategorikan sebagai klaster tanpa gejala. “Kemarin yang 05 juga cuma batuk pilek sedikit,” ucapnya.
Saat ini pihaknya terus memantau perkembangan dari kasus 05 sambil berkonsultasi dengan Gugus Tugas Provinsi terkait tindakan selanjutnya.
“Dari 5 kasus positif di Ciamis, 2 dinyatakan sembuh, dan 3 masih menjalani isolasi mandiri. Berasal dari Kecamatan Pamarican. Jadi Pamarican kembali merah. Ada dua kecamatan merah, yakni Banjarsari dan Pamarican, dan sudah ada transmisi lokal,” pungkasnya. (Ndu/R7/HR-Online)