Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- RSUD Kota Banjar membiarkan pasien yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi pulang sebelum hasil tes PCR keluar.
Pasien diketahui merupakan seorang kakek berusia 80 tahun warga Desa Waringinsari. Dia sebelumnya sempat dirawat selama dua minggu di RSUD Kota Banjar dengan diagnosis sakit asma. Kakek tersebut kemudian dipulangkan, Jum’at, 10 April 2020 . Namun pada hari ini, Minggu (12/4/2020), dia dinyatakan positif Covid-19.
Kuswanti, Kades Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengatakan RSUD Kota Banjar memulangkan warganya sebelum hasil tes PCR keluar. Warga tersebut kemudian dinyatakan positif Covid-19 setelah keluar dari RSUD Banjar.
“Jadi baru pulang 4 harian, eh ternyata hasil lab swab dan PCR-nya keluar, hasilnya positif. Harusnya pihak rumah sakit jangan memulangkan pasien yang di-lab swab atau PCR, sebelum hasilnya keluar,” kata Kuswanti saat dihubungi HR Online lewat sambungan telepon, Minggu (12/4/2020).
Kuswanti, mengaku kaget ketika mendengar kabar ada satu warganya yang positif Covid-19 dan awalnya berstatus PDP. Karena sengetahuan dirinya, tidak ada warga Desa Waringinsari yang berstatus PDP.
Kuswanti juga mengatakan, kemungkinan banyak warga yang menjenguk, karena orang-orang tidak tahu penyakit yang diidap oleh yang bersangkutan.
“Ya mungkin ada (yang menjenguk), karena waktu pulang, tetangga belum tahu kalau beliau kena penyakit yang sedang gencar ini. Karena dikiranya hanya penyakit tua, ataupun karena beliau punya penyakit asma,” katanya.
Saat ini, menurut Kuswanti, pihak Pemdes tengah mendata siapa saja yang pernah menjenguk pasien, saat di rumah sakit dan ketika pasien sudah pulang ke rumah.
“Kami juga mendata pihak keluarga, tetangga yang pernah kontak erat dengan pasien, termasuk ada beberapa yang mengantar pasien ini saat pergi ke rumah sakit dan menjemput ketika pulang dari rumah sakit beberapa hari lalu,” jelasnya.
Baca Juga: 2 Pasien Positif Covid-19 Kota Banjar, Dari Mana Tertular Virus Corona?
Selain itu, Kuswanti juga mengaku tidak pernah mendapatkan data update dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar.
“Kami dari Pemdes tidak pernah mendapatkan update data sebaran Covid-19. Tahu ada yang positif saja karena pasiennya dijemput lagi oleh pihak Rumah Sakit. Seharusnya pemberitahuan itu kepada kami, karena kami punya Gugus Tugas Tingkat Desa,” katanya.
Kades Waringinsari ini juga menambahkan, dirinya tidak tahu kalau selama dirawat di RSUD Kota Banjar, yang bersangkutan ditempatkan di ruang isolasi.
Selain itu, dengan adanya warga Desa Waringinsari yang positif Covid-19, Kuswanti juga meminta masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan mematuhi imbauan yang diberikan oleh pemerintah agar penyebaran virus Corona dapat dicegah. “Ini tentunya perlu kesadaran kita bersama,” katanya.
“Kami juga berharap agar tim medis dapat memberikan langkah-langkah pencegahan di dalam menangani pasien yang patut diduga masuk dalam kategori Covid-19,” tandasnya.
Sementara itu, menurut sumber HR Online, pasien positif Corona dari Desa Waringinsari tersebut sebelumnya sempat menggelar pesta pernikahan cucunya.
Cucu yang bersangkutan menikah dengan orang Semarang. Sementara hajatan juga sempat dihadiri oleh kerabatnya dari daerah zona merah, yakni Jakarta. (R7/HR-Online)
Catatan Redaksi: Berita ini telah dilakukan perbaikan sesuai dengan permintaan narasumber.