Kini dunia sains telah digemparkan dengan suatu penemuan fosil Dineobellator notoherperus. Riset tersebut menyatakan bahwa Dineobellator notoherperus merupakan salah satu spesies dinosaurus berbulu.
Sekilas menengok sejarah, seperti yang sudah kita ketahui bahwa dinosaurus merupakan kelompok hewan purbakala. Awal kemunculan dari kelompok hewan yang satu ini sudah sejak lama yaitu pada periode Trias sekitar 230 juta tahun silam.
Baca juga: Spesies Baru Allosaurus Jimmadseni, Dinosaurus Pemburu yang Ganas
Setelah kepunahan dinosaurus, maka para ilmuwan berbondong-bondong untuk melakukan berbagai penelitian mengenai hewan purbakala ini.
Tak heran, bila dari segala usaha yang dilakukan oleh para ilmuwan dengan berbekal dedikasi yang tinggi, maka penemuan Dineobellator notoherperus ini menjadi perbincangan yang sangat menarik di bidang sains.
Penemuan Fosil Dineobellator Notoherperus
Ilmu di bidang sains memang tidak akan pernah ada habisnya. Orang-orang yang haus akan ilmu merupakan pelopor pengembangan sains tersebut.
Maka bukan suatu hal yang mengherankan bila dengan majunya teknologi yang sangat canggih dan modern ini, berbagai penemuan fosil, baik itu fosil tumbuhan maupun hewan menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas dan menambah jajaran ilmu sains saat ini.
Seperti yang sudah kita tahu sebelumnya, fosil sendiri merupakan bekas atau sisa-sisa makhluk hidup, tumbuhan maupun hewan yang tertutup sedimen dalam kurun waktu lama sehingga menjadi mineral atau batu.
Dengan berbagai upaya yang panjang dan usaha keras, para ilmuwan berhasil menemukan sebuah fosil dinosaurus yang diberi nama Dineobellator notoherperus sebagai spesies dinosaurus berbulu.
Awal Mula Penemuan Fosil Dineobellator notoherperus
Awal mula dari munculnya fosil dinosaurus dengan nama Dineobellator notoherperus ini karena adanya penemuan fosil dinosaurus berbulu. Spesies dinosaurus berbulu ini telah hidup cukup lama pada 67 juta tahun silam di New Mexico.
Penelitian hebat ini dilakukan oleh berbagai ilmuwan dengan cabang ilmu yang berbeda-beda. Tentunya hal ini dilakukan untuk melengkapi data yang lebih akurat sehingga menghasilkan sejumlah informasi yang menambah wawasan kita mengenai bidang ilmu ini.
Diantaranya Steven Jasinski dari Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan beserta rekannya yaitu Peter Dodson dari Sekolah Kedokteran Hewan, pada Sekolah Seni dan Sain Penn.
Baca juga: Fosil Dinosaurus di Indonesia Tidak Pernah Ditemukan, Ini Alasannya!
Penelitian ini juga dilakukan dengan Robert Suillivan dari Museum Sejarah Alam dan Sains New Mexico di Albuquerque.
Riset penemuan fosil Dineobellator notoherperus pada tahun 2008 yang lalu, Sullivan telah berhasil menemukan fosil spesies baru di batuan Cretaceous di San Juan Basin, New Mexico.
Sullivian bersama dengan timnya telah berupaya mengumpulkan spesimen di tanah Amerika Serikat dalam empat musim. Tentunya riset ini telah mengantongi izin dari Biro Pengelolaan Lahan.
Hasil Riset
Akhirnya, Jasinki beserta rekan-rekannya memberikan sebutan kepada spesies dinosaurus tersebut sebagai Dineobellator notoherperus. Pejuang Navajo dari Barat Daya merupakan arti dari Dinobellator notoherperus.
Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan bagi orang-orang yang saat ini tengah tinggal di wilayah yang sama dengan dinosaurus tersebut.
Menariknya lagi, dengan penemuan fosil Dineobellator notoherperus, memberikan kemudahan bagi para peneliti dalam memahami keanekaragaman hayati paleo di sisi barat daya Amerika.
Tentunya dalam hal untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas dan spesifik lagi tentang kehidupan di wilayah tersebut. Terutama pada akhir masa kehidupan dinosaurus.
Ciri Fisik Dineobellator Notoherperus
Secara garis besar, Dineobellator notoherperus memiliki ciri layaknya dinosaurus raptor pada umumnya. Mempunyai ukuran pinggul sekitar satu meter dengan panjang kurang lebih dua meter.
Baca juga: Hewan Sebelum Dinosaurus, Astrapis hingga Jaekelopterus
Dineobellator notoherperus juga memiliki kaki depan dengan menunjukkan ciri-ciri tangan serta lengan yang lentur dan juga kuat. Sehingga memudahkan dalam memburu dan menangkap mangsanya.
Penjelasan Singkat Mengenai Raptor
Dimana diketahui bahwa penemuan fosil Dineobellator notoherperus ini merupakan salah satu spesies dinosaurus raptor yang sudah berhasil bertahan hidup paling lama. Mungkin sebagian dari kita belum mengetahui secara jelas apa itu sebenarnya dinosaurus raptor.
Raptor sendiri merupakan dinosaurus pemburu dengan kemampuan yang sangat gesit. Dengan kata lain, dinosaurus yang tergolong raptor ini sebagai dinosaurus pemakan daging besar. Saat melakukan perburuan mangsanya, raptor melakukannya dengan berkelompok.
Berapapun ukuran raptor tersebut, dengan adanya kerja sama yang baik, dapat membunuh mangsanya meskipun memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari dirinya.
Itulah sekilas informasi seputar penemuan fosil Dineobellator notoherperus yang menarik untuk kita ketahui. Tentunya dapat menambah wawasan kita semakin luas di dunia sains saat ini. (R10/HR-Online)