Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pemkab Ciamis merasionalisasi anggaran sebesar 50 persen dari total anggaran belanja yang sudah dialokasikan pada APBD Ciamis tahun 2020. Hal ini merupakan intruksi pemerintah pusat yang dimana 50 persen anggaran dari hasil rasionalisasi akan dialihkan untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19.
Intuksi pemerintah pusat tersebut tercantum dalam SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan no 119/2813/SJ dan no 117/KMK/07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.
Rasionalisasi Anggaran Harus Gunakan Skala Prioritas
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan, seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Ciamis harus segera melakukan rasionalisasi belanja anggarannya. Namun, kata dia, dalam melakukan rasionalisasi harus menggunakan landasan skala prioritas.
“Rasionaliasi 50 persen ini untuk anggaran belanja atau pengadaan barang dan jasa yang dianggarkan di seluruh OPD. Namun, anggaran hasil penyisihan dari rasionalisasi ini tidak semuanya digunakan untuk penanggulangan Covid-19 di Ciamis. Tetapi ada angggaran seperti dari DAU, DAK dan DBH yang langsung dipotong oleh pemerintah pusat,” katanya, saat menggelar rapat koordinasi dengan kepala OPD di lingkungan Pemkab Ciamis, Sabtu (18/04/2020).
Herdiat menjelaskan selama dirinya 36 tahun menjadi PNS dan sekarang menjabat bupati, baru kali ini terjadi rasionalisasi atau pengalihan anggaran hingga mencapai 50 persen. Namun begitu, kata dia, semua pihak harus memaklumi kondisi saat ini, dimana perekonomian negara tengah mengalami ancaman akibat wabah virus corona.
“Ini merupakan musibah dunia, tidak hanya Indonesia saja. Semua negara mengalami masa sulit akibat pendemi virus corona ini. Dengan begitu kita harus mendukung kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19,” ujarnya.
Herdiat juga berpesan kepada seluruh OPD agar dalam meresionalisasi anggaran harus benar-benar menggunakan landasan skala prioritas, terutama harus mementingkan program yang berkaitan dengan masyarakat.
“Seperti pengadaan mebeler di Asrama Pusdiklat BKSDM Ciamis jangan terkena rasionalisasi. Karena asrama itu sangat penting untuk difungsikan dalam penanganan Covid-19. Asrama itu nantinya bisa digunakan sebagai tempat karantina bagi warga yang terpapar virus conana namun tidak bergejala. Jadi, untuk belanja yang bisa membantu penanganan Covid-19 jangan dirasionalisasi,” ujarnya.
Anggaran untuk Bantu Perekonomian Masyarakat
Herdiat juga mengatakan rasionalisasi anggaran untuk kebutuhan di tingkat kabupatan salah satunya untuk membantu perekonomain masyarakat yang terkena imbas akibat pandemi corona.
“Tentunya kami harus betul-betul membantu masyarakat yang lagi mengalami kesusahan ekonomi. Karena bagi masyarakat yang berpendapatan harian benar-benar terdampak dengan kondisi sepeti sekarang ini,” ujarnya. (R2/HR-Online)