Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pemkab Ciamis Jawa Barat menambah anggaran sebesar Rp. 35 miliar untuk dana penanggulangan wabah virus corona atau covid-19 yang melanda Indonesia dalam dua bulan terakhir ini. Dana penanganan tersebut tidak hanya untuk penanggulangan wabah, tetapi juga terdapat bantuan ekonomi untuk membantu warga terdampak corona.
Sebelumnya Pemkab Ciamis sudah memiliki anggaran cadangan untuk penanggulangan bencana dari pos BTT (Biaya Tak Terduga) sebesar Rp. 11 miliar. Namun, dana sebesar itu tampaknya belum cukup untuk penanggulangan pandemi yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan. Apalagi dampak dari wabah virus corona ini berimbas terhadap perekonomian masyarakat.
Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putera, mengatakan, untuk penanggulangan virus corona beserta mengatasi dampak sosialnya, diperlukan anggaran tambahan. Sebab, anggaran bencana dari BTT hanya sebesar Rp. 11 miliar.
“Kami sekarang masih menghitung kebutuhan riilnya berapa. Hanya kemarin kita sudah mendapat angka sekitar Rp. 34 sampai Rp. 35 miliar,” katanya, Senin (13/04/2020).
Dana tambahan itu, lanjut Yana, akan digunakan untuk membeli APD (Alat Pelindung Diri) tenaga medis dan dana bantuan sosial untuk masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat wabah virus corona.
“Meskipun dana bantuan sosial untuk warga terdampak corona sudah dianggarkan dari pemerintah pusat dan provinsi, namun kami dari pemerintah daerah perlu memberikan tambahan untuk anggaran tersebut. Termasuk dari dana desa ikut menyumbang tambahan,” terangnya.
Sekitar 200 KK Masuk Kategori Warga Terdampak Corona
Yana mengatakan pihaknya kini tengah melakukan validasi data warga yang layak mendapat bantuan ekonomi. Dia berharap bantuan ekonomi yang bersumber dari dana bantuan pusat, provinisi, kabupaten dan dana desa nantinya tidak tumpang tindih atau semua warga yang benar-benar terdampak secara ekonomi dapat menerima bantuan secara merata.
“Kami juga tengah mendata warga miskin baru. Karena wabah corona ini sangat berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Artinya data penerima bantuan yang kami pakai nanti harus benar-benar terupdate hari ini,” ungkapnya.
Menurut Yana, kurang lebih sekitar 200 kepala keluarga di Kabupaten Ciamis yang masuk kategori warga terdampak corona. Pendataan kini sedang dikebut dan ditargetkan data riilnya secepatnya bisa diperoleh.
Yana juga berpesan kepada warga Ciamis yang berada di perantauan, terutama dari daerah zona merah, agar tetap bertahan dan tidak mudik. Dia pun meminta kepada warga yang sudah terlanjur mudik agar melakukan isolasi mandiri dengan berkoordinasi dengan petugas puskesmas setempat.
“Dalam penanggulangan pandemi virus corona ini perlu kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya dari masyarakat sendiri. Himbauan tidak mudik semata-mata untuk memutas rantai penyebaran virus. Karena orang yang datang dari zona merah sangat riskan tertular, baik di lingkungannya ataupun saat perjalanan menuju pulang ke kampung halaman,” paparnya.
Yana pun mengatakan pihaknya kini lebih meningkatkan penjagaan di 9 titik perbatasan menuju wilayah Kabupaten Ciamis. Setiap warga yang masuk ke wilayah Ciamis wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan. (Fahmi2/R2/HR-Online)