Berita Jabar (harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengusulkan kepada Presiden Jokowi, supaya bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 disalurkan satu pintu.
Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Jokowi, serta para menteri dan sejumlah kepala daerah melalui video conference, bertempat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (27/04/20).
Dalam ratas itu, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengusulkan delapan pintu bantuan sosial dari pusat dan daerah disinkronkan teknisnya oleh Menko PMK.
Menurut Kang Emil, hal itu agar semua pintu menjadi satu cara, satu regulasi, dan satu waktu supaya tidak ada konflik sosial.
“Mudah-mudahan penyaluran bantuan sosial ini efektif,” imbuhnya.
Ia juga melaporkan, banyak dinamika yang terjadi di lapangan ketika penyaluran bantuan. Hal itu membuat masyarakat kebingungan.
Pasalnya, bantuan dari pemerintah pusat dan daerah tidak datang secara bersamaan. Banyak kementerian yang menyalurkan bantuan dengan caranya sendiri.
Sehingga di masyarakat membingungkan karena ada yang kebagian duluan, ada juga yang telat kebagian.
Bahkan, lanjut Kang Emil, ada yang menyangka mereka tidak akan kebagian, pada akhirnya menyalahkan RT/RW sampai melakukan demo dan sebagainya.
Selain itu, Kang Emil juga mengusulkan agar pemerintah pusat memfasilitasi perusahaan yang beroperasi ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), untuk melakukan tes Covid-19 bagi karyawannya melalui metode PCR.
“Solusi saya bagi perusahaan yang diizinkan tetap buka oleh Kementerian lantaran pertimbangan ekonomi massal, mohon diinstruksikan supaya tes mandiri,” katanya.
Sehingga, lanjut Kang Emil, pihaknya ada jaminan kalau perusahaan yang masih tetap buka selama PSBB tak ada yang positif Covid-19.
“Sejumlah perusahaan yang diberi izin tetap beroperasi oleh pihak kementerian, ternyata ditemukan positif Covid-19, meskipun mereka mengaku telah melaksanakan protokol kesehatan,” kata Ridwan Kamil.
Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo, menyambut baik atas usulan Gubernur Jabar, terkait penyaluran bantuan sosial.
Presiden RI menilai, dengan satu pintu, maka bantuan bakal sampai ke masyarakat bersamaan.
“Menko PMK sudah saya perintahkan agar berbicara dengan para gubernur biar sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Jabar, terutama timing-nya supaya masyarakat menerimanya,” kata Presiden RI.
Jokowi juga menyarankan kepada setiap perusahaan yang beroperasi, sebanyak 50 persen dari jumlah pegawainya harus diliburkan.
“Physical distancing-nya bisa betul-betul diterapkan atau dilakukan rapid test karena lebih mudah,” katanya. (Eva/R3/HR-Online)