Banyak orang tua yang bingung mengatasi pilek pada bayi. Ada yang langsung membeli obat di apotek dan tak sedikit pula yang melarikannya ke dokter. Padahal pilek pada bayi merupakan gejala lumrah yang bisa sembuh sendiri.
Pilek adalah infeksi saluran pernapasan atas yang juga populer dengan sebutan nasofaringitis atau rinofaringitis. Pilek termasuk jenis penyakit paling umum yang sering dialami kebanyakan manusia.
Selain menyerang orang dewasa, pilek juga lebih banyak dialami anak-anak. Terlebih untuk balita yang sistem imunitasnya masih lemah. Bayi yang mengalami pilek umumnya akan ditandai dengan keluarnya ingus.
Baca juga: 5 Mitos Tentang Kesehatan Bayi dan Balita yang Belum Tentu Benar
Sebagai orang tua sebaiknya tidak panik saat anaknya mengalami pilek. Anda bisa melakukan sejumlah langkah mengatasi pilek pada bayi untuk meredakannya. Jika pilek diikuti gejala lain dan semakin parah, baru bisa membawanya ke dokter.
Mengatasi Pilek Pada Bayi Tanpa Panik
Pilek yang dialami bayi atau balita tak selalu merupakan gejala penyakit. Ruangan dingin, cuaca, atau faktor lain bisa menyebabkan pilek. Apalagi jika bayi tidak mengalami gejala ikutan lainnya seperti demam atau batuk.
Keluarnya ingus sebenarnya merupakan reaksi tubuh yang berusaha mengeluarkan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Namun jika ingus sering keluar bisa mengganggu saluran pernafasan sehingga membuat banyak orang tua panik.
Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan orang tua dalam mengatasi pilek pada bayi. Tanpa perlu obat kimia, langkah ini lebih efektif dilakukan untuk meredakan sakit yang dialami anak.
Langkah pertama, jauhkan anak dari udara dingin atau ruang ber-AC. Hal ini akan mengurangi ingus yang keluar dari hidung.
Baca juga: Alergi Kulit pada Bayi dan Anak serta Cara Alami Mengatasinya
Untuk mengatasi tersumbatnya pernafasan anak, baringkan anak dengan posisi tubuh tengkurap lalu gosok atau tepuk punggung anak secara perlahan. Gunakan minyak telon atau minyak kayu putih untuk menggosok punggung bayi.
Langkah dengan Cara Pengobatan Herbal
Langkah pengobatan pilek pada bayi selanjutnya berikan minuman air hangat ditambah madu. Selain untuk meningkatkan imunitas tubuh anak, minuman ini berguna untuk mencegah dehidrasi. Minuman ini juga penting untuk mengencerkan lendir.
Untuk melegakan pernafasan, buatkan inhaler herbal. Caranya, masak satu liter air yang ditambahkan sepotong jahe, mint, cengkeh, dan sesendok garam. Setelah matang tuangkan ke mangkuk dan dekatkan agar uapnya dihirup anak.
Jika pilek semakin mengganggu, teteskan air garam di bagian ujung lubang hidung bayi. Ini berguna untuk mengatasi pilek pada bayi dan mengencerkan ingusnya. Jika perlu gunakan alat penyedot ingus bayi guna membuang ingus.
Jika bayi Anda juga mengalami sulit makan, Anda bisa memberikan ASI untuk bayi yang di bawah setahun. Air teh hangat dengan sedikit lemon juga bisa meredakan pilek maupun kondisi tubuhnya.
Sedangkan untuk balita di atas setahun Anda bisa memberikan jus campuran jeruk, royal jelly, dan madu. Berikan pada pagi dan malam hari. Minuman ini berguna untuk mengatasi pilek pada bayi dan meningkatkan imunitas tubuhnya.
Baca juga: Penyebab Diare pada Balita serta Gejalanya yang Wajib Dikenali Orangtua
Untuk balita yang telah berumur 2 tahun, Anda juga memberikan ramuan herbal untuk meringankan pilek pada bayi. Ramuan ini telah lama digunakan masyarakat kita.
Caranya, campurkan seruas jahe, kayu manis, laos, cengkeh, dan beberapa lembar daun sirih. Masak dalam 4 gelas air sampai tinggal setengahnya. Saring dan tambahkan madu lalu minumkan segelas untuk pagi dan malam.
Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi pilek pada bayi. Jika dengan langkah di atas kondisi anak semakin buruk, barulah Anda perlu membawanya ke dokter untuk pengobatan yang lebih baik. (R9/HR-Online)