Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 258 pasien yang dirawat di RSUD Ciamis positif mengidap DBD pada awal tahun 2020. Dari jumlah itu, 5 orang diantaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Seperti pada Kamis, (12/3/2020) kemarin, sebanyak 48 pasien yang terjangkit DBD (Demam Berdarah Dengue) dirawat di sejumlah ruangan di RSUD Ciamis, termasuk salah satunya dirawat di Ruang Dahlia.
Umumnya gejala yang mereka rasakan adalah demam dan mual. Sejumlah pasien juga mengaku merasa pusing sampai lemas. Sementara pada beberapa pasien sudah muncul bintik merah di beberapa bagian tubuhnya.
Bintik merah atau ruam pada pasien DBD ini bukan bentol karena gigitan nyamuk, namun menandakan kerusakan pada pembuluh darah. Bintik merah atau ruam ini biasanya muncul 2 sampai 5 hari setelah pasien mengalami demam.
Hendi, salah seorang pasien DBD yang dirawat di RSUD Ciamis, mengatakan, dirinya sudah dirawat selama 6 hari di rumah sakit.
“Yang dirasakan pusing, panas, lemas, mual, segala kerasa, tidak tahu digigit di rumah atau mungkin dari tempat kerja,” kata Hendi, Kamis (12/3/2020).
Sementara pasien lainnya, Misna, mengaku dirinya merasa lemas dan badannya panas. Dia segera dibawa ke RSUD Ciamis, setelah tetanggganya terjangkit DBD.
“Saya tinggal lemesnya di badan, kalau panas mah nggak. Tetangga banyak yang DBD, bahkan sampai meninggal juga,” terang Misna yang saat ditemui sejumlah wartawan sedang terbaring di ruang Dahlia RSUD Ciamis.
Data Pasien DBD di Ciamis Menurut RSUD
Data RSUD Ciamis menyebutkan, pada awal tahun ada 258 kasus DBD di Ciamis, sebanyak 5 pasien diantaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Pada bulan Januari tercatat ada 97 kasus DBD, dengan pasien meninggal sebanyak 3 orang. Selanjutnya pada bulan Februari sebanyak 113 kasus pasien DBD dengan 1 pasien meninggal.
Data terakhir, pada bulan Maret sebanyak 48 pasien DBD dirawat di RSUD Ciamis, salah seorang pasien diantaranya meninggal dunia.
Kabid Pelayanan Medik RSUD Ciamis, dr Ramadhan Pasjha, mengonfirmasi data tersebut. Menurutnya, Ciamis merupakan daerah endemik DBD, terbukti setiap bulannya selalu ada yang dirawat lantaran terjangkit DBD.
“Jadi ini karema di Ciamis itu endemis DBD, tiap bulannya ada saja yang dirawat, ya akibat kebersihan lingkungan juga,” katanya.
Selain lantaran dikategorikan daerah endemik DBD, lanjut dr Ramadhan, pola hidup masyarakat juga mempengaruhi kemunculan nyamuk Aedes aigypti yang disebut sebagai nyamuk penyebab DBD.
“Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan genangan air dan menguras bak mandi itu bisa jadi solusi agar nyamuk tidak betah dan mencegah wabah DBD semakin meluas di masyarakat,” tandasnya. (Ndu/R7/HR-Online)