Pria dengan perut buncit ternyata lebih disukai oleh sebagian wanita. Sebuah survei menyebutkan, pria dengan perut buncit banyak disukai wanita dibandingkan dengan pria yang memiliki badan altetis.
Jadi, anggapan bahwa pria yang memiliki kelebihan lemak di perut tidak itu menarik bagi wanita sepertinya harus dibuang jauh-jauh.
Dirangkum dari berbagai sumber, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Planet Fitness secara online dengan melibatkan 2.004 orang wanita, menunjukkan sekitar 65 persen wanita mengaku lebih memilih untuk menikah dengan pria bertubuh gemuk atau memiliki perut buncit daripada pria bertubuh atletis.
Dalam survei tersebut juga menunjukkan kalau wanita yang menikah dengan pria bertubuh gendut ternyata akan jauh merasa lebih bahagia.
Bahkan, Richard G Bribiescas, seorang profesor antropologi, mengungkapkan fakta lainnya, yaitu pria dengan perut yang membuncit konon hidupnya bisa lebih lama. Karena, pria gendut cukup kecil kemungkinan terserang penyakit kanker prostat.
Sementara itu, hasil riset lainnya juga membuktikan mayoritas kaum wanita lebih suka pria dengan perut buncit daripada atletis.
Fakta ini didapat berdasarkan hasil penelitian tiga dari empat wanita Inggris yang lebih menyukai pria penuh rasa cinta, daripada pria berperut enam kotak.
Jika dipecah, ketiga wanita itu mewakili 23 juta dari jumlah wanita di negara tersebut. Mereka semua menilai bahwa pria berotot ternyata justru sangat tidak menarik.
Survei ini diadakan setelah filmnya Zac Effron, Bad Neighbours veri film rumah dirilis. Dalam film tersebut, Zac Effron yang memiliki perut rata beradu peran dengan Seth Rogen yang berperut buncit.
Lantas, kenapa wanita lebih suka pria berperut buncit? Berikut ini penjelasan dari hasil survei tersebut ;
Alasan Wanita Menyukai Pria dengan Perut Buncit
Pria Buncit Bukan Fantasi
Bukan karena sosok aktor buncit yang muncul dalam film Fifty Shades of Grey yang merupakan film favorit semua wanita. Karena memang itu hanyalah fantasi saja, bukan kenyataan.
Jadi, mereka kaum wanita suka-suka saja berfantasi jika Christian Grey itu seorang pria kaya dan tampan. Namun, Christian Grey dengan segala printilannya hanya eksis dalam dunia fantasi.
Wanita jadi Lebih Percaya Diri
Ketika membuka baju di hadapan pria beperut enam kotak, justru wanita cenderung lebih mawas diri, dalam arti tidak percaya. Hal itu berdasarkan pengakuan dari 74 persen wanita dalam survei yang dilakukan Bad Neighbours.
Dari hasil survei tersebut, wanita berhadapan dengan pria bertubuh oke justru menjadi lebih sadar jika tubuh mereka sendiri banyak kekurangannya.
Tidak Mengancam
Rasa ketidak percayaan terhadap dirinya itu dapat dilihat dalam paradigma lain, yakni menjadi ancaman bagi diri wanita. Karena kaum wanita menemukan pria berperut buncit tidak mengancam eksistensi tubuh mereka.
Wajar saja, sebab wanita sendiri sudah ada tuntutan untuk memiliki tubuh ramping. Jadi, mereka akan semakin merasa terintimidasi jika memiliki pasangan pria berbadan atletis.
Merasa Nyaman saat Berhubungan
Dalam sebuah buku berjudul Not Tonight, dear, I Feel Fat, Michael Alvear mengatakan bahwa, 50 persen wanita jadi enggan melakukan hubungan suami istri lantaran merasa tubuh mereka gendut, meskipun sebenarnya mereka sedang mood.
Hal tersebut bisa dikatakan kalau wanita merasa lebih nyaman berhubungan dengan pria berperut buncit. Alasannya, karena mereka merasa tidak teracam dan lebih percaya diri.
Tidak Egois
Alasan berikutnya kenapa sebagian wanita lebih menyukai pria dengan perut buncit, karena pria gendut cenderung tidak egois.
Mereka lebih hangat dan pengertian jika dibandingkan dengan pria yang memiliki perut kotak enam. Memang segala sesuatunya punya kelebihan dan kekurangan.
Pria buncit tidak punya perut sempurna, tetapi memiliki kepribadian yang lebih hangat. Sedangkan, pria berperut enam kotak akan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat gym daripada perhatian kepada pasangannya.
Hasil survei ini tentunya mengejutkan bagi sebagian orang, namun pada kenyataannya memang berkata lain. Jadi, bagi para pria yang memiliki perut buncit mulai sekarang tidak usah minder lagi. (Eva/R3/HR-Online)