Pertengahan bulan Maret 2020 ini, dunia astronom tengah dihebohkan dengan penemuan planet cakram tebal di atas Galaksi Bima Sakti. Dalam penemuan tersebut, diketahui bahwa planet ini bernama LHS 1815 b.
Nama tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Adapun alasannya karena planet LHS 1815 b diketahui mengorbit bintang yang bernama LHS 1815. Dengan demikian, nama tersebut dirasa pas untuk planet bercakram ini.
Baca juga: Putaran Gas di Black Holes Ditemukan dan Berkekuatan Supermasif
Bagi anda yang ingin lebih mengenal LHS 1815 b, anda bisa temukan info lengkapnya dengan menyimak ulasan yang kami bagikan berikut.
Fakta Penemuan Planet Cakram Tebal
Tentu bukan rahasia lagi jika penemuan planet pastinya melibatkan teknologi canggih. Begitupun dengan penemuan planet LHS 1815 b ini.
Dalam menemukan planet LHS 1815 b, ilmuwan memanfaatkan teleskop ruang angkasa TESS NASA. Dengan bantuan teleskop mumpuni tersebut, tim peneliti bisa tahu bahwa LHS 1815 b ada di atas galaksi Bima Sakti.
Hal ini sebagaimana yang dikutip dari Sputniknews. Lebih lanjut, pada 17 Maret 2020, tim peneliti juga mengungkap bahwasanya survei TESS bisa menunjukkan sampel besar mengenai sejumlah planet yang transit mengitari matahari.
Perlu untuk anda ketahui, dari penelitian TESS yang dilakukan dalam penemuan planet cakram tebal, ilmuwan berhasil mengumpulkan data penting. Dimana data tersebut juga mencakup karakteristik planet LHS 1815 b.
Hanya saja, sebelum mengulas bagaimana karakteristiknya, alangkah baiknya jika mengenal lebih dekat teleskop TESS terlebih dahulu.
Mengenal Teleskop TESS
Teleskop TESS atau Transiting Exoplanet Survey Satellite adalah salah satu misi dari lembaga antariksa NASA. Teleskop yang dikirim ke ruang angkasa ini membawa misi penting yang hasilnya sangat dibutuhkan ilmuwan.
Adapun misi tersebut yaitu melakukan pemantauan terhadap ratusan bintang. Tak hanya itu, TESS juga mengemban misi untuk melakukan pencarian terkait tanda-tanda keberadaan eksoplanet.
Baca juga: Fakta Menarik Ganymede, Bulan Terbesar di Bima Sakti
Semakin kompleks misi yang dibawanya karena TESS yang berperan penting dalam penemuan planet cakram tebal ini juga ditugaskan untuk mencari planet yang mengitari bintang dengan cahaya paling terang di antariksa.
Dalam menjalankan misinya, teleskop TESS menerapkan metode transit. Metode ini dipadukan dengan pencatatan penurunan cahaya dari planet saat melewati bintang induknya.
Jika melihat misi dan metode tersebut, mungkin anda akan teringat dengan teleskop Kepler yang juga milik NASA. Namun tentunya kedua teleskop ini berbeda.
Berbeda dengan teleskop Kepler yang memantau dengan jarak ratusan tahun cahaya dari planet Bumi, TESS melakukan pencarian eksoplanet yang jaraknya terbilang dekat dengan Bumi.
Misi TESS NASA yang ikut andil dalam penemuan planet cakram tebal ini sendiri dipimpin oleh astrofisikawan di Massachusetts Institute of Technology yang bernama George Ricker.
Sedangkan untuk pengelolanya dipercayakan pada Pusat Penerbangan Luar Angkasa Gooddarn NASA yang ada di Greenbelt, Maryland.
Karakteristik Planet LHS 1815 b
Sebagai planet yang baru ditemukan, tentu saja informasi seputar karakteristiknya sangat menarik untuk diketahui. Anda juga sampai melewatkannya.
Adapun karakteristik yang pertama ialah seputar ukurannya. Diketahui bahwa LHS 1815 b memiliki ukuran sebesar Bumi. Hanya saja, massanya 8,7 kali lipat dibanding Bumi.
Dengan ukuran tersebut, penemuan planet cakram tebal LHS 1815 b terlihat ada di jarak 97 tahun cahaya dari Bumi. Sementara untuk sumbu semi-mayor LHS 1815 b mencapai 0,0404 (± 0,0094) AU.
Baca juga: Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti Ini Dijuluki Monster
Karakteristik LHS 1815 b selanjutnya yaitu terkait periode orbitalnya. Dalam karakteristik ini, planet LHS 1815 b memiliki periode sampai 3,81433 (± 3e-05) hari.
Masih berbicara soal karakteristiknya, planet LHS 1815 b diketahui memiliki kecepatan semiamplitude K 2,7 (± 1,0) m / s dengan suhu 617.0 (± 84.0) K.
Dibalik karakteristiknya tersebut, tampilan planet baru ini juga cukup menyita perhatian. Hal ini dikarenakan planet LHS 1815 b dihiasi dengan cakram atau piringan yang tebal.
Dengan adanya cakram tebal tersebut, planet LHS 1815 b pun menjadi terkesan unik. Tak heran jika ilmuwan sangat tertarik untuk meneliti lebih lanjut penemuan planet cakram tebal ini.
Penelitian terhadap planet LHS 1815 b sendiri bukan hanya bertujuan untuk mengungkap fakta menarik lainnya, akan tetapi juga mempelajari perbedaan evolusi.
Dimana evolusi yang dimaksud yaitu evolusi planet yang memiliki cakram tipis dengan planet bercakram tebal. Terlepas dari itu semua, ternyata LHS 1815 b adalah planet cakram pertama yang berhasil dideteksi TESS.
Fakta yang satu ini tentu saja menambah kesan istimewa LHS 1815 b. Tak bisa dipungkiri bahwa penemuan planet cakram tebal memang mengesankan. (R10/HR-Online)