Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Harga jual telur ayam dalam sepekan terakhir di tingkat pengecer yang berada di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis melambung tinggi. Kenaikan harga setiap kilogram telur ayam mencapai 30% .
Enur, pedagang telur ayam di Kecamatan Cipaku, mengatakan, harga telur ayam yang biasa dijual Rp 20 ribu per kilogramnya, dalam sepekan terakhir sudah tembus Rp 26 ribu per kilogram di tingkat pengecer atau pedagang.
“Harga jualnya naik sampai 30%, tapi meski mahal, keuntungannya tetap saja, tidak berubah,” ujar Enur, Selasa (3/3/2020).
Meningkatnya harga telur ayam di Ciamis ini karena rendahnya tingkat produksi. Hal ini ditengarai karena faktor cuaca.
“Bisa karena faktor cuaca makanya produksinya sedikit, tapi bisa saja disebabkan menjelang bulan Ramadan,” kata Enur.
Lanjut Enur, naiknya harga jual telur tidak hanya dirasakan oleh konsumen, akan tetapi juga berdampak terhadap para pedagang.
“Bukan cuma konsumen yang kemahalan, kami sebagai pedagang juga sama, belinya mahal ya terpaksa dijualnya juga mahal, tapi keuntungan tidak bertambah meski harga telur saat ini naik,” terangnya.
Sementara itu, Yati, salah seorang konsumen mengaku dirinya tidak tahu penyebab mahalnya harga jual telur. Namun, sebagai konsumen, dirinya berharap segala kebutuhan pokok bisa dibeli dengan harga yang murah.
“Adanya kenaikan harga telur ini otomatis kaget juga, sebab satu minggu sebelumnya harga telur terbilang normal. Jangan jangan ulah pedagang saja,” ungkapnya.
Yati berharap dinas terkait, yakni Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Ciamis bisa menyikapi adanya kenaikan harga telur atau komoditi lainnya. “Kalau perlu itu ada Sidak ke pasar-pasar tradisional,” singkatnya. (Edji/R7/HR-Online)