Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengajak masyarakat untuk melesatarikan kesenian dan budaya yang ada di Pangandaran. Sebab, dua hal tersebut merupakan warisan para leluhur yang menjadi jati diri sebuah bangsa.
Hal itu ia tegaskan dalam kesempatan helaran Safari Budaya yang berlangsung di Kalipucang pada Senin (9/3/2020) malam.
Ia mengaku, sangat bangga dengan antusias masyarakat yang hadir dalam safari budaya yang digelar Dinas Pariwisata tersebut. Apalagi dalam kesempatan ditampilkan Seni Dogdog Angklung asal Desa Cibuluh pimpinan Mang Osirin.
“Saya baru mendengar ada seni Dogdog Angklung ini. Hal semacam ini yang harus kita lestarikan dan kita ajarkan ke anak-anak kita,” kata Jeje.
Bahkan, Jeje juga meminta agar semua sekolah dari berbagai tingkatan, baik negeri maupun swasta agar diajarkan kepada siswa, terlebih bisa digali lebih dalam lagi.
Osirin, pimpinan Kesenian Dogdog Angklung, mengatakan, kesenian yang digelutinya tersebut sudah ada sejak tahun 1930 atau sebelum Indonesia merdeka. Karena itu, keberadaan kesenian yang masih ada ini agar bisa mendapatkan perhatian dan terus dilestarikan.
“Ieu teh seni Sunda dogdog angklung nu aya di Cibuluh. Alat seni na oge ieu teh ti taun 1930 (Kesenian Sunda Dogdog Angklung ini yang ada di Cibuluh. Alat seninya juga ini dari tahun 1930),” tegas Osirin.
Osirin mengaku, ia siap kapan saja untuk mengajarkan kesenian tersebut kepada siapa saja demi menjaga kelestariannya. Saat ini, kata ia, pemain yang berjumlah 11 orang ini didominasi oleh orang tua.
“Kita harapkan ke depan bisa diajarkan kepada remaja-remaja agar mereka terus menjaga warisan ini,” pungkasnya.
Camat Kalipucang, Nana, mengaku bahagia lantaran Bupati telah memberikan bantuan pembangunan sanggar kepada kesenian asal Kalipucang tersebut.
“Ya kami baik secara pribadi atau pun dari kecamatan merasa terima kasih dan bangga terhadap Pak Bupati Pangandaran yang begitu peduli terhadap seni dan budaya. Untuk itu pihak kecamatan pun akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku pelaku seni dan budaya yang ada,” pungkasnya. (Entang/Koran HR)