Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kondisi jalan nasional yang berada di Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, rusak dan berlubang. Tak jarang terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.
Kondisi ini mengesalkan warga sekitar. Mereka pun melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang pada jalan berlubang.
Baca Juga: Sejumlah Wartawan di Pangandaran Tambal Jalan, Ada Apa?
Salah seorang warga yang tak ingin disebut namanya, mengatakan, jalan berlubang yang sering menimbulkan kecelakaan tersebut sengaja ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes.
“Kami tahu status jalan ini adalah jalan nasional dan kewengannya ada di pusat, bukan di Pemkab Pangandaran, namun kami pun bingung harus ke mana menyampaikan aspirasi,” katanya, Senin (16/3/2020).
Dia berharap dengan cara menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang, aspirasi dirinya bersama warga bisa sampai ke pihak-pihak terkait.
“Jika tidak sering kecelakaan, mungkin kami pun tidak akan memberikan tanda dengan pohon pisang tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, jalan nasional yang kondisinya rusak dan berlubang di Kabupaten Pangandaran bukan hanya di daerah Cibenda, Parigi, namun juga terjadi di tempat lain, seperti di wilayah Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang.
Di dua kecamatan tersebut, tidak sedikit jalan rusak dan berlubang yang kondisinya sangat membahayakan para pengguna jalan raya.
Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah wartawan di Pangandaran melakukan aksi tambal jalan berlubang di Jalan Raya Parigi-Cijulang, pada 27 Februari 2020 lalu. Aksi tersebut dilakukan lantaran sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.
Salah seorang wartawan, Muslih Jeri, mengatakan, aksi ini sebagai salah satu bentuk protes kepada pihak terkait agar segera memperbaiki jalan tersebut, terutama yang berada di Jembatan Cijalu Hilir, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang.
“Menurut warga sekitar, di sini sering terjadi kecelakaan, terutama pengguna sepeda motor,” ujarnya kepada HR Online. (Entang/R7/HR-Online)