Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruSpesies Kumbang Baru Berhasil Diidentifikasi, Ini Metode yang Digunakan

Spesies Kumbang Baru Berhasil Diidentifikasi, Ini Metode yang Digunakan

Spesies kumbang baru belum lama ini ditemukan oleh tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam penemuan tersebut, para peneliti mengungkap ada 4 spesies baru sekaligus.

Untuk mengenal lebih dekat keempat spesies baru tersebut, tim lantas melakukan penelitian lebih mendalam. Dalam penelitian yang dilakukan, terungkap sejumlah info menarik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Baca juga: Lady Gaga of Mathematics, Spesies Baru Laba-laba Hijau Neon Langka

Penelitian tersebut memungkinkan tim untuk mempelajari sekaligus mengetahui karakteristik hingga makanannya. Mengenai info lengkapnya, anda simak saja ulasan berikut.

Penemuan Spesies Kumbang Baru

Jenis kumbang baru ditemukan peneliti LIPI di Maluku Utara, tepatnya di wilayah Kepulauan Ternate, Halmahera, dan Obi.

Dalam penemuan tersebut, diketahui bahwa keempat spesies kumbang ini berasal dari genus Epholcis. Hal ini tentu saja sangat mengejutkan banyak pihak.

Bagaimana tidak? Selama ini kita tahu bahwa kumbang Chafer genus Epholcis hanya ada 6 spesies saja. Hal ini sudah ditemukan sekaligus diidentifikasi pada tahun 1957.

Penemuan dan pengidentifikasian tersebut dilakukan oleh Britton di Australia, tepatnya di New South Wales dan New Queensland.

Adanya penemuan spesies kumbang baru pun mampu menambah deretan spesies di alam yang berhasil diungkap melalui penelitian.

Terkait penemuan 4 jenis kumbang tersebut, tim peneliti menamainya dengan Epholcis obiensis, Epholcis arcuatus, Epholcis acutus, dan Epholcis cakalele.

Penamaan tersebut bukan tanpa alasan. Nama yang diberikan didasarkan pada tarian adat khas Maluku, pulau penemuan, hingga ciri fisik yang dimilikinya.

Untuk penamaan Epholcis obiensis sendiri dipengaruhi oleh Pulau Obi yang memang menjadi lokasi temuannya. Dengan demikian, nama tersebut akan selalu mengingatkan kita dengan tempat penemuannya.

Kemudian untuk spesies kumbang baru Epholcis arcuatus, nama tersebut diberikan karena melihat bentuk kaki belakangnya yang melengkung. Dimana arcuatus sendiri berarti berbentuk busur.

Baca juga: Spesies Macan Kumbang Sri Lanka Ditemukan Setelah Diduga Punah

Selanjutnya Epholcis acutus. Sama halnya dengan Epholcis arcuatus, nama Epholcis acutus juga didasarkan pada bentuk fisik. Kumbang ini diberi nama acutus yang berarti berujung tajam. Hal ini diketahui dari sudut pronotum.

Beralih ke Epholcis cakalele. Jenis kumbang baru ini mengusung nama yang diambil dari suatu tarian tradisional di Maluku.

Dibalik namanya yang unik, spesies kumbang ini ternyata sangat suka makan daun pohon Eucalyptus. Tak hanya itu, kumbang baru ini juga termasuk pemakan bunga cengkeh maupun tumbuhan dari famili Myrtaceae lainnya.

Metode Penelitian Spesies Kumbang Baru

Dalam penemuan jenis kumbang baru, Raden Pramesa Narakusumo dari Pusat Penelitian Biologi LIPI mulanya tengah melakukan riset bersama peneliti asal Jerman yang bernama Michael Balke.

Awalnya, keempat kumbang yang ditemukan ini hanya dianggap sebagai spesies kumbang yang biasa ditemukan di Papua dan Australia. Namun ternyata dugaan tersebut salah.

Dugaan tersebut ditepis dengan memanfaatkan metode penelitian yang canggih dan mumpuni. Dimana metode tersebut mampu mengidentifikasi jenis kumbang baru ini dengan baik.

Terkait metode apa yang digunakan dalam mempelajari spesies kumbang baru tersebut, peneliti diketahui telah memanfaatkan metode taksonomi klasik, teknik makro fotografi, dan teknik diseksi genitalia.

Baca Juga: Spesies Baru Allosaurus Jimmadseni, Dinosaurus Pemburu yang Ganas

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Pramesa, metode tersebut mengandalkan penelusuran lewat publikasi lawas, penelitian morfologi, hingga studi banding. Studi banding ini dilakukan dari satu museum ke museum yang lainnya.

Berbicara mengenai metode yang dimanfaatkan ini, peneliti menjelaskan bahwa teknik tersebut beda dengan metode yang diterapkan ketika menemukan 110 spesies kumbang moncong Trigonopterus.

Dimana kala itu, metode yang digunakan ialah Turbo Taxonomy atau Integrative Taxonomy. Metode ini mengintegrasikan teknik taksonomi klasik dan genetika molekuler.

Sebelum metode diterapkan, kesulitan dalam mengidentifikasi spesies kumbang baru tentu saja dirasakan. Hal ini dikarenakan kumbang baru ini sekilas mirip dengan Maechidius sehingga kurang mendapat perhatian.

Bukan hanya itu saja, kurangnya kesadaran akan keberadaan spesies Epholcis baru ini juga karena minimnya pengumpulan spesimen.

Terlepas dari itu semua, penelitian mengenai identifikasi fisik tunggal kumbang sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.

Dibalik temuan jenis kumbang baru ini, peneliti menyebut kemungkinan masih ada banyak kumbang lainnya yang belum teridentifikasi. Tak mengherankan karena kawasan Indonesia memang begitu luas.

Mengenai penemuan spesies kumbang baru dari genus Epholcis sendiri diketahui telah dirilis pada awal bulan Februari 2020 ini. (R10/HR-Online)

Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...
Terseret Arus Sungai Cipalu

Pemancing yang Terseret Arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya Ditemukan, Begini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Ratim (42), pemancing yang terseret arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025), akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, Jumat...
Misteri Girilawungan di Majalengka.

Misteri Girilawungan di Majalengka, Pemakaman Para Tokoh yang Sarat Sejarah

harapanrakyat.com,- Komplek pemakaman Girilawungan, di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh Majalengka. Salah satu tokoh yang...
Nelayan Asal Indonesia

Sugiyanto Nelayan Asal Indonesia Jadi Pahlawan Saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan

harapanrakyat.com,- Baru-baru ini nelayan asal Indonesia bernama Sugiyanto menjadi trending topik hingga viral di media sosial. Pasalnya, nelayan tersebut menjadi pahlawan yang paling berjasa...