Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan peserta “Kung Mania” dari berbagai daerah ikuti lomba atau liga perkutut, yang diselenggarakan di Lapang Jimat, Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (16/02/2020).
Liga perkutut yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Ciamis ini, langsung dibuka oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Pada kesempatan itu, Herdiat juga meresmikan Lapang Jimat sebagai salah satu lokasi tempat kontes burung perkutut di Kabupaten Ciamis.
“Kami merasa bangga dengan terselenggaranya kegiatan ini. Lomba ini benar-benar harus dilestarikan dan diapresiasi. Insya Allah, kedepannya kami juga akan memberikan dukungan penuh kegiatan ini,” katanya.
Herdiat juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta lomba kontes perkutut, yang hadir dari berbagai wilayah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) lomba perkutut, Wagino mengatakan, lomba ini merupakan liga regional yang diikuti oleh 164 peserta dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Alhamdulillah selain diikuti oleh peserta lokal dari Ciamis dan Kabupaten di Jawa Barat lainnya, peserta juga ada yang dari Cilacap, dan Banyumas Jawa Tengah, bahkan yang dari Lampung juga ada,” terangnya.
Untuk kedepannya, kata Wagino, pihaknya akan kembali mengadakan liga perkutut tingkat Kabar dan Pantura, yang kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan September 2020 mendatang.
Wagino menambahkan, untuk selanjutnya yaitu tahun 2021 rencananya ingin mengadakan liga tingkat nasional.
“Sementara saat ini kita masih dalam tahap membenahi arena. Insya Allah untuk tahun 2021 kita pastikan arenanya sudah siap untuk kelas liga nasional,” katanya
Tujuan Diselenggarakan Liga Perkutut
Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Tasik tahun 2013-2018, Ahdiat Siswandi mengatakan, kegiatan liga perkutut tersebut merupakan sebuah ajang kompetisi para pecinta kicauan perkutut.
Siwandi menuturkan, tujuan dari liga perkutut ini yaitu untuk melestarikan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Tujuan diadakannya lomba-lomba seperti saat ini tentunya selain menjadi ajang silaturahmi para pecinta burung perkutut, juga menambah nilai ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, ketika burung perkutut semakin dicintai masyarakat, maka nilai ekonominya tentunya akan muncul. Seperti halnya pengembangan penangkaran burung perkutut itu sendiri, sampai dengan hal paling kecil seperti halnya para pedagang.
“Jika kontes dilaksanakan, jelas peran masyarakat akan tercipta dengan munculnya pedagang pedagang di lokasi arena,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online)