Dibandingkan cokelat biasa, manfaat cokelat hitam jauh lebih menakjubkan. Konsumsi cokelat hitam bukan saja baik untuk jantung dan melancarkan sirkulasi darah, namun juga mampu menghambat penurunan kemampuan otak lansia.
Cokelat hitam juga dikenal dengan sebutan dark chocolate, black chocolate, sour chocolate, atau plain chocolate. Cokelat hitam sudah dijadikan sebagai minuman masyarakat di Amerika Tengah dan Selatan sejak tahun 1900 SM.
Cokelat hitam memiliki rasa yang pahit karena kandungan kokoanya yang mencapai 70 persen atau lebih. Karena itulah dalam penyajiannya sering ditambahkan dengan pemanis seperti madu atau susu.
Baca Juga: Hati-hati dengan Minuman Cokelat Panas, Ini Penjelasannya
Besarnya manfaat cokelat hitam untuk kesehatan tubuh karena kandungan nutrisinya yang menakjubkan. Makanan sehat ini mengandung energi, karbohidrat, protein, vitamin A, tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), B6, E, dan vitamin K.
Cokelat hitam juga kaya mineral, seperti kalsium, kalium, magnesium, zat besi, sodium, fosfor, dan seng. Satu hal yang menarik, cokelat hitam ini juga mengandung lemak jenuh dan tidak jenuh, gula, serat, rendah kafein, dan rendah kolesterol.
Manfaat Cokelat Hitam yang Belum Banyak Diketahui
Sejumlah penelitian yang terus dilakukan menemukan efek yang signifikan dari konsumsi cokelat hitam terhadap sejumlah penyakit. Berikut ini segudang manfaat cokelat hitam untuk kesehatan dan pengobatan.
Menekan Risiko Gangguan Jantung
Studi terbaru menemukan, cokelat hitam mampu mengembalikan fungsi arteri sekaligus menghalangi penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Tingginya antioksidan dan kalium dalam cokelat hitam juga mampu meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Baca Juga : Manfaat Kismis untuk Kesehatan, Mampu Mencegah Risiko Kanker!
Mencegah Stroke
Penelitian di Finlandia menyimpulkan bahwa konsumsi cokelat hitam tiap hari menekan risiko terserang stroke. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian.
Meningkatkan Imunitas dan Menangkal Radikal Bebas
Manfaat cokelat hitam yang kaya zat antioksidan sangat berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi makanan ini juga efektif menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan kanker dan merusak sel-sel tubuh.
Meningkatkan Fungsi Otak
Kandungan mineral dan antioksidan dalam cokelat hitam juga sangat penting dalam memelihara dan meningkatkan fungsi otak. Selain meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat, flavonol dalam cokelat hitam juga bisa mencegah demensia atau kepikunan.
Meningkatkan Mood dan Meredakan Stres
Cokelat hitam juga mengandung phenylethylamine (PEA), zat yang sama yang diproduksi otak saat kita jatuh cinta sehingga bisa meningkatkan mood. Makanan ini juga memberikan efek relaksasi, meredakan stres dan kecemasan.
Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan
Manfaat cokelat hitam juga karena kandungan seratnya yang tinggi yang akan membuat perut cepat kenyang. Kandungan mineralnya sangat penting memasukkan makanan ini dalam menu diet Anda agar efektif hasilnya.
Meningkatkan Kecantikan Kulit
Kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan juga berperan dalam melindungi kulit dari radikal bebas dan paparan matahari. Vitamin dan mineralnya juga merangsang produksi kolagen yang penting untuk kelembapan dan kelenturan kulit.
Mengendalikan Kadar Gula Darah
Sejumlah studi membuktikan manfaat cokelat hitam yang efektif mengendalikan kadar gula darah. Makanan ini juga sangat baik untuk penderita diabetes. Karena mampu mengembalikan kerja hormon insulin.
Bersifat Antiradang
Kerusakan jaringan dan sel tubuh akibat peradangan bisa memicu penyakit lain yang lebih berbahaya. Cokelat hitam yang kaya mineral dan vitamin ternyata bersifat anti radang yang efektif untuk menangkal dan mengatasi gangguan tubuh karena radang.
Meningkatkan Kesuburan Pria
Kandungan asam amino poten, L-Arginine HCL dalam dark coklat berkhasiat dalam melipatgandakan volume air mani maupun jumlah sperma. Karena itulah makanan ini banyak dijadikan bahan herbal untuk kejantanan pria.
Itulah berbagai manfaat cokelat hitam yang jauh lebih hebat ketimbang cokelat biasa. Namun karena rasanya yang pahit sebaiknya dalam mengonsumsinya sebaiknya hindari gula. (R9/HR-Online)