Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga di Lingkungan Siluman, RT. 23 dan RT. 24, RW. 11, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, terinfeksi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Bahkan, sebagian masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Banjar.
Salah seorang warga setempat yang keluarganya terinfeksi virus demam berdarah dengue (DBD), Tata Surtiban, mengatakan, beberapa hari lalu cucunya yang baru berusia 11 bulan mengalami sakit panas dan demam.
Setelah itu dibawa ke rumah sakit hingga sembuh, namun selang beberapa waktu kemudian sakit lagi dan setelah dicek ternyata hasilnya positif DBD.
“Sekarang sudah dirujuk ke rumah sakit dan sudah sudah lima hari ini menjalani perawatan di RSUD,” tutur Tata, kepada HR Online, Sabtu (29/02/2020).
Ketua RW setempat, Aam Amijaya, menyebutkan, ditemukanya kasus DBD sebetulnya tidak hanya terjadi di lingkungan RT. 23 dan RT. 24 saja, tetapi sebelumnya juga terjadi di lingkungan RT. 25, RW. 12.
Ia juga mengatakan, untuk warga yang terserang DBD di lingkungan RT. 23 jumlahnya ada dua orang. Keduanya masih kategori anak-anak sekolah dasar, dan sekarang sudah sembuh setelah menjalani perawatan di RS.
“Tinggal yang masih bayi, cucunya Pak Tata. Kalau yang lain alhamdulillah, sudah pada sembuh,” kata Aam.
Dinkes Lakukan Fogging
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Agus Budiana, melalui stafnya, Acep Iwan Sofyan, mengatakan, sebagai upaya tindak lanjut pihaknya, setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) oleh petugas Puskesmas, ditemukan adanya jentik-jentik nyamuk di lingkungan warga.
“Sudah dilakukan PE dan ada warga yang positif DBD, makanya kita adakan PSN dan fogging ke rumah warga agar tidak mewabah,” kata Iwan.
Ia mengungkapkan, saat ini lanjut kasus DBD di Kota Banjar terus meningkat. Terhitung sejak bulan Januari tahun 2020 sampai tanggal 28 Februari, kemarin jumlahnya sudah ada 39 kasus penanganan DBD.
“Sebelumnya sampai tanggal 12 Februari hanya ada 18 temuan kasus. Naiknya hampir tiga kali lipat,” jelasnya.
Oleh karena itu, lajut Iwan, pihaknya berharap warga tetap waspada dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kebersihan lingkungan harus dijaga, terlebih sekarang ini memasuki musim penghujan. Banyak genangan air dijadikan sarang nyamuk,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)