Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Berbagai karya seni budaya daerah di wilayah Priangan Timur, turut memeriahkan pawai alegoris perayaan hari jadi Kota Banjar ke-17 di Alun-alun Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2020).
Berbagai lapisan masyarakat Kota Banjar pun nampak terhibur dan menikmati kreatifitas seni budaya yang ditampilkan oleh para peserta dari tiap masing-masing desa/kelurahan.
Tak kalah menarik, kreatifitas seni budaya seperti seni Nyerere, Mengmleng, Singalugay dari Kabupaten Ciamis, dan Badogar dari Garut pun berhasil mencuri perhatian hingga warga yang berjejer memadati sepanjang jalan Letjen Suwarto tersebut pun terlihat enggan beranjak pergi dari tempatnya.
Pada helaran seni budaya tersebut, nampak Kepala Desa Mulyasari Wawan Gunawan, menjadi salah satu peserta helaran dan ikut pawai dan mementaskan seni onen-onen Gunung Sangkur.
Onen-onen tersebut merupakan seni budaya lokal asli masyarakat Desa Mulyasari yang berada di bawah kaki Gunung Sangkur namun baru saat ini dikenalkan.
“Onen-onen itu bercerita tentang kisah Ki Tekel penguasa bagong penunggu ghaib Gunung Sangkur yang digubah oleh salah seorang seniman Desa Mulyasari,” kata Wawan kepada HR Online disela-sela kegiatan pawai alegoris.
Rencanannya lanjut Wawan, karena onen-onen itu masih bersifat baru setelah diikutkan dalam pawai alegoris akan dikenalkan juga kepada masyarakat sebagai khasanah budaya lokal.
“Rencanannya besok tanggal 28 kita juga ada agenda desa sekalian kita pentaskan biar masyarakat juga tahu kalau onen-onen sangkur itu mempunyai nilai filosofis dan ada kisahnya,” jelas Wawan.
Kedepan lanjut Wawan, pemerintah desa berharap onen-onen Sangkur bisa terus lestari dan menjadi bagian seni budaya asli dari Kota Banjar.
“Tentu kita mendukung penuh upaya dari masyarakat yang sudah ikut menggali kebudayaan daerah,” katanya.
Seni Budaya Jadi Penunjang Wisata
Pada kesempatan tersebut Walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan, meski ada peningkatan, kekayaan seni budaya daerah harus terus dilestarikan dan bisa berkontribusi pada pengembangan sektor pariwisata.
Kontribusi itu lanjut Ade Uu Sukaesih, dapat dilakukan oleh pemerintah desa atau pihak-pihak terkait misalnya melalui pementasan seni di area wisata sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat.
“Saat ini kan banyak tempat wisata yang sudah dibangun tinggal berinovasi dan dimaksimalkan dengan baik,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online)