Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar menyanggah anggapan Guru honorer terkait tidak ada upaya untuk mensejahterakan mereka, apalagi mereka sangat berperan dalam dunia pendidikan.
Kadisdik Kota Banjar, H Dahlan, mengatakan, pihaknya mengklaim selalu mengajukan peningkatan kesejahteraan pada saat proses perencanaan anggaran. Namun hingga saat ini hasilnya belum bisa dirasakan oleh Guru sukwan.
“Sebagai Dinas yang menaungi, tentu kami selalu mengupayakan dan ingin agar tenaga pendidik juga sejahtera. Akan tetapi karena keterbatasan anggaran daerah sampai saat ini upaya itu belum terealisasi,” katanya.
Terkait transparansi dan penggunaan maksimum dana BOS sebesar 50 persen untuk tenaga pendidik dan kependidikan, kata Dahlan, pihaknya tidak bisa intervensi lebih jauh karena hal itu kewenangan dari pihak sekolah.
Meski demikian, lanjut Dahlan, pihaknya akan membantu untuk memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan.
“Kemarin sudah dikoordinasikan dengan MKKS, karena mereka yang akan mengelola. Nanti kami koordinasikan lagi agar sesuai harapan,” pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan Guru Sukwan yang tergabung dalam Asosiasi Sukwan PGRI mendatangi Kantor Disdikbud Kota Banjar untuk melakukan audiensi terkait persoalan kesejahteraan guru yang sampai saat ini masih jauh dari harapan. (Muhlisin/R6/HR-Online)