Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Rumah milik Rohimat dan istrinya Yayah Siti Sopiah, di Dusun Sukaharja, Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang kondisinya tidak layak huni, mendapat perhatian khusus dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Herdiat mengaku prihatin dengan kondisi rumah Rohimat yang ditinggali bersama 4 anggota keluarganya. Betapa tidak, rumah warga kurang mampu ini, kondisinya tidak layak huni dengan bangunannya yang tampak miring dan hampir roboh.
Bahkan bagian belakang rumah Rohimat sudah “didogong” menggunakan kayu dan bambu, karena miring dan ditakutkan roboh. Dengan pertimbangan itu, Herdiat menyebut rumah Rohimat harus segera direnovasi.
Saat mengunjungi rumah Rohimat Minggu (2/2/2020), Bupati Herdiat nampak memberikan bantuan tunai untuk biaya renovasi rumah Rohimat yang hampir roboh. Selain itu, Bupati juga mengintruksikan kepada Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sembako dan peralatan dapur untuk keluarga Rohimat.
“Saya sangat prihatin dengan keadaan Pak Rohimat. Siang tadi setelah mengahadiri perkawinan kerabat, kami mendapatkan informasi perihal kondisi Pak Rohimat, sehingga kami bersama rombongan langsung berkunjung kesana,” ujar Herdiat Sunarya.
Rohimat sendiri mengaku, sehari-harinya hanya bekerja sebagai buruh pengrajin tahu dengan pendapatan yang tidak seberapa. Sehingga selama ini tidak mampu membenahi rumahnya.
“Selama ini dari hasil kerja hanya cukup untuk biaya makan, dan sekolah anak,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, rumah Rohimat dan Yayah Siti Sopiah, warga Dusun Sukaharja, Desa Petir Hilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, nasibnya sangat memprihatinkan. Sudah beberapa tahun Yayah menghuni rumah yang hampir roboh.
Yayah menuturkan, bahwa dirinya bersama orang tua, suami dan tiga orang anaknya itu sudah mendiami rumah tersebut sudah puluhan tahun.
“Sedangkan rumah kami doyong sudah hampir 3 tahun. Mungkin karena faktor sudah lapuk dan tua membuat rumah ini doyong dan hampir roboh,” terangnya kepada HR Online di rumahnya, Kamis (23/01/2020).
Selain itu, lanjut Yayah, faktor ekonomi yang membuat dirinya bersama keluarga tidak bisa memperbaikinya. Sementara suaminya hanya bekerja serabutan, itupun hanya bisa membiayai anak sekolah dan makan sehari-hari.
“Kami sebagai orang tua hanya fokus membiayai anak untuk meneruskan sekolah, dan biaya makan sehari-hari saja. Namun untuk sekolah dan makan juga sudah kurang, apalagi memperbaikinya,” katanya.
Mirisnya lagi, sampai saat ini dirinya belum pernah sedikitpun tersentuh program dari pemerintah, entah itu BPNT, KIS ataupun bantuan sekolah untuk ketiga anaknya itu.
“Mungkin dari pemerintah, kami hanya mempunyai jamkesmas saja, sedangkan untuk sekolah anak memang kami berusaha sendiri,” tuturnya. (Jujang/R8/HR Online)