Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Komisi 4 DPRD Kabupaten Pangandaran, meninjau bangunan sekolah yang ambruk di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (30/01/2020).
Bangunan ruang kelas milik SDN 3 Kertaharja, Kecamatan Cimerak yang lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Pangandaran dengan Kabupaten Tasikmalaya itu diduga ambruk akibat sudah lapuk dimakan usia.
Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Pangandaran, Wowo Kustiwa, mengatakan, setelah melihat secara langsung kondisi bangunan SDN 3 Kertaharja, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk segera merehab dan membangun kembali ruang belajar yang ambruk akibat sudah lapuk dan keropos pada bagian kayu-kayunya.
“Setelah kami melihat kondisi bangunan dan sistem belajar mengajar di sekolah tersebut, kami mendorong pemda untuk segera merehab dan membangun kembali ruang kelas yang ambruk tersebut, ini sangat darurat dan urgent,” tandasnya, saat meninjau bagian bagunan ruang kelas yang ambruk.
Lebih lanjut Wowo mengatakan, pihaknya juga menganjurkan kepada mitra kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran, untuk segera menangani dengan serius kerusakan SDN 3 Kertaharja, mengingat kenyamanan siswa belajar sangat memprihatinkan.
“Karena tidak ada lagi ruang belajar, jadi satu ruangan digunakan untuk dua kelas. Jelas kan ini sangat tidak efektif, makanya harus segera ditangani karena kondisinya sangat memprihatinkan sekali,” kata Wowo.
Sementara itu, Kepala SDN 3 Kertaharja, Otang, menjelaskan, ruang kelas ambruk terjadi pada tanggal 22 Januari 2020, sekitar pukul 12 malam. Diduga akibat kondisi kayunya yang rapuh dan keropos.
“Untungnya kejadiannya malam hari, dan memang ruang kelas tersebut sebelumnya sudah dikosongkan, tidak dugunakan untuk proses belajar mengajar sejak dua bulan yang lalu,” terangnya.
Otang mengatakan, pihaknya sengaja mengosongkan ruangan kelas tersebut mengingat kondisinya yang sudah mengkhawatirkan. SDN 3 Kertaharja yang dibangun tahun 1983-1984 memiliki enam ruangan kelas dan satu ruang perpustakaan itu baru direhab satu kali, itupun hanya rehab ringan.
“Kejadian ini sudah dilaporkan ke Kordinator wilayah (Korwil) dan sudah ditinjau oleh pihak Dinas Pendidikan juga. Kami tentunya ingin segera direhab, karena kondisi bangunan sekolah yang tidak layak untuk siswa sebanyak 81 siswa, dengan ruangan hanya ada empat kelas,” harap Otang.
Terkait dengan hal itu, Kasi. Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan ambruknya ruang kelas SDN 3 Kertaharja, Kecamatan Cimerak, akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk.
“Bangunan yang sudah terindikasi rusak dan perlu direhab sudah kami data, tinggal menunggu sumber anggarannya saja,” singkat Soleh. (Madlani/R3/HR-Online)