Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Agus Turangga, warga Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengubah lahan pesawahan yang sebelumnya ditanami padi, kini diganti dengan ditanami bunga sedap malam.
Saat ditemui HR Online, Rabu (29/01/2020), Agus Turangga yang biasa dipanggil Abah Olot itu, mengaku dirinya sudah setahun ini melakukan penanaman bunga sedap malam, dan hasilnya sangat menjanjikan.
“Saat ini saya menanam bunga sedap malam sekitar 140 ribu bibit, dan ditanam di lahan seluas 1,5 hektare. Kini dari satu bibit bisa menghasilkan sepuluh tangkai bunga sedap malam,” ungkapnya.
Agus menjelaskan, alasan ia mengganti lahan pertaniannya dari padi ke bunga sedap malam karena ingin mengambangkan usaha lain. Dalam waktu satu tahun, ia pun sudah bisa merasakan hasilnya karena bunga sedap malam sangat laku di pasaran.
Bunga sedap malam yang ditanamnya hampir setiap minggu dipanen dan langsung dijual ke pasaran sesuai permintaan. Satu tangakai dijual dengan harga bervariatif antara Rp 2.000-2.500, bahkan ada juga yang dijual Rp 1.000, disesuai dengan kualitas bunga dalam satu tangkainya.
Saat ini dalam seminggu Agus sudah bisa menjual sekitar 1.000 tangkai bunga sedap malam ke pasaran dengan tiga jenis kelas dan harga yang berbeda. Hampir semua harga bunga sedap malam dari petani sama.
“Sebelum berhasil menanan, awalnya sempat tidak bagus. Karena semua tanaman sedap malam tidak tumbuh bagus dan banyak yang mati, sehingga diganti dengan bibit yang baru dan hasilnya sekarang tumbuh bagus,” tuturnya.
Agus juga mengaku awalnya ia tidak tahu bagaimana caranya menaman bunga sedap malam, terlebih harus menyesuaikan dengan kultur tanahnya.
Dengan mengandalkan membaca artikel tentang cara menanam bunga sedap malam, akhirnya lahan sawahnya bisa ditanami bunga tersebut hingga tumbuh subur sampai sekarang.
“Yang pasti di lahan apapun tanaman bunga sedap malam bisa tumbuh, asalkan rajin melakukan pembersihan lahan dan cara melakukan pemupukan. Sebab, tanaman ini mudah terserang hama,” terangnya.
Adapun omzet dari penjualan bunga sedap malam, Agus sudah bisa menghasilkan Rp 4-5 juta per bulannya. Ia menyebutkan, dari masa tanam hingga menghasilkan bunga hanya membutuhkan waktu tiga bulan.
“Hasilnya saya baru menjualnya ke Pasar Banjar, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalayan dan pasar di Bandung. Bahkan ini masih kurang, karena untuk wilayah Bandung kebutuhannya cukup banyak sehingga sering tidak terlayani,” pungkas Ade. (es/R3/HR-Online)