Penopang perusahaan bisnis properti saat ini memang sangat dibutuhkan. Mengingat kondisi bisnis properti saat ini terlihat belum berada di tingkat stabil.
Naik dan turunnya pemasukan membuat perusahaan-perusahaan properti harus memutar otak. Hal ini dilakukan agar bisnis tetap berjalan dengan baik.
Salah satu perusahaan terkemuka yaitu PT. Intiland Development Tbk (DILD) telah memproyeksikan kondisi pasar properti di tahun 2020.
Perusahaan yang telah mengembangkan bisnis properti ini menerangkan apa yang akan terjadi. Dimana kondisi pasar properti belum akan mengalami sebuah perubahan secara signifikan.
Pandangan ini dijadikan tolak ukur dari kesiapan bisnis properti dalam menghadapi persaingan pasar global. Strategi seperti apa yang harus dipersiapkan dengan terencana dan matang.
Penopang Perusahaan Bisnis Properti
Sebuah penopang, untuk terus bertahan dan berlanjut sangatlah dibutuhkan. Tantangan dalam mencapai target kesuksesan bisnis properti tidak bisa dihindari.
Kesiapan untuk mengambil tindakan cepat dan tepat harus segera dikeluarkan. Agar tetap mampu bersaing, maka perusahaan properti tidak boleh terlambat mengambil sikap.
Perusahaan properti perseroan ini telah mengambil strategi perencanaan yang disusun dengan rapi. Mereka telah berupaya untuk terus mencari penopang perusahaan bisnis properti.
Upaya yang dilakukan adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan laju penjualan tahun ini. Dimana fokus pada penjualan dari setiap proyeknya.
Baik itu proyek berjalan ataupun peluncuran beberapa proyek baru. Pengambilan keputusan ini sangat tepat adanya.
Namun pertimbangan dampak yang akan ditimbulkan dari strategi yang dibentuk turut menjadi perhatian agar tidak merugikan pihak-pihak tertentu lainnya.
Kerja keras dan tekad yang kuat dibutuhkan dalam mempertahankan kedudukan bisnis properti. Strategi di dalam pasar global juga merupakan penopang perusahaan bisnis properti.
Dikutip dari penjelasan Archied bahwa tidak hanya fokus dalam satu strategi saja. Tidak hanya mengembangkan proyek yang residensial, tahun ini perseroan juga akan melakukan ekspansi.
Ekspansi dilakukan pada lini pengembangan areal industri. Pada tahun 2020 ini, perseroan telah memiliki sebuah rencana bahwa akan mengawali kawasan pengembangan tahap pertama.
Tahap pertama ini merupakan pembangunan kawasan industri baru. Lokasi yang dipilih adalah Jawa Tengah yang memiliki luas dengan area 287 hektar.
Selain itu, ada juga area pengembangan baru di kawasan Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur.
Rencana inilah yang nantinya akan menjadi penopang perusahaan bisnis properti. Bertahan untuk terus menghidupkan bisnis properti melalui penjualan lahan industri.
Mengingat banyaknya orang dalam mencari dan mengincar lahan untuk dijadikan ladang bisnis. Sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan kinerja dari bisnis properti sendiri.
Penopang Perusahaan Bisnis Properti Melalui Penjualan Lahan Industri
Melihat bahwa prospek pengembangan sebuah kawasan industri di Indonesia sangat baik, maka proyek pengembangan kawasan industri baru ini telah berpotensi sangat positif.
Hal ini dapat terjadi, pasalnya terdapat fasilitas pendukung. Dimana memiliki lokasi yang strategis.
Tidak hanya itu saja, melainkan juga dekat dengan jalan tol. Selain itu, terdapat pembangkit tenaga listrik.
Tidak lupa juga didukung dengan upah tenaga kerja yang lebih kompetitif. Hal inilah yang dijelaskan oleh Archied.
Langkah ekspansi yang diambil untuk menjadi penopang perusahaan bisnis properti. Menurutnya telah selaras dengan target pemerintah.
Dalam meningkatkan investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia. Pencapaian target ini dapat menjadi kabar gembira untuk bisnis properti.
Meskipun memiliki perkembangan yang belum pasti kestabilannya, namun memiliki upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kinerja bisnis properti.
Langkah mengembangkan proyek areal industri ini dipercaya mampu memberikan dampak positif. Tidak hanya dalam jangka yang pendek saja, melainkan juga jangka panjang untuk kinerja perseroan sekarang hingga di masa depan nanti.
Selain itu, dapat memberikan dukungan dalam upaya pemerintah. Hal ini berpengaruh dalam meningkatkan investasi asing di Indonesia.
Melalui penjualan lahan industri merupakan upaya yang benar adanya. Dampak yang diberikan tidak hanya dirasakan oleh perusahaan sendiri, namun juga turut dirasakan oleh pemerintah dalam mengembangkan dan memajukan perekonomian Indonesia.
Penopang perusahaan bisnis properti yang lainnya sekiranya patut untuk direncanakan agar kedepannya bisnis properti memiliki posisi tinggi di pasar global. (R10/HR-Online)